Setiap Hujan Deras, Komplek Marinir jadi Langganan Banjir

24
Banjir yang terjadi di Komplek Marinir

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Depok dan sekitarnya pada Minggu sore (7/11) membuat kawasan komplek perumahan Marinir, RW 06, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru (RJB) Kecamatan Pancoran Mas kembali tergenang banjir.

Kepada Jurnal Depok, salah satu tokoh muda Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Zaenul Fatah yang tinggal dekat dengan lokasi banjir mengatakan, hampir dapat dipastikan setiap terjadi hujan deras dengan intensitas tinggi dan lama akan menyebabkan banjir diareal komplek perumahan Marinir, hal itu pernah terjadi pada awal tahun 2020 silam dimana seluruh kawasan perumahan Marinir saat itu tak luput dari terjangan banjir.

“Pada awal tahun 2020 banjir diperumahan Marinir sangat pantastis dimana pada saat itu semua rumah tergenang banjir, dan tahun ini banjir kembali merendam perumahan itu, hanya saja genangan air yang merendam kawasan perumahan tidak setinggi tahun lalu,” papar Jejen sapaan akrab Zaenul Fatah.

Dikatakan Jejen, salah satu penyebab banjir yang kerap melanda areal komplek perumahan Marinir adanya penyempitan aliran air dibagian hilir tepatnya didepan gorong gorong dekat pagar tembok areal Masjid Kubah Emas yang berbatasan langsung dengan komplek perumahan Marinir.

“Posisi komplek perumahan Marinir memang berada dilahan paling rendah sehingga air dari semua penjuru kawasan menuju ke areal perumahan tersebut, dan hal ini diperparah dengan penyempitan wadah saluran air dihilir serta pendangkalan kawah saluran air,” ungkap Jejen yang pernah menjabat sebagai Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Rangkapan Jaya Baru (RJB), Kecamatan Panmas.

Saat dikonfirmasi terkait hal ini, Ketua LPM Kelurahan Rangkapan Jaya Baru (RJB) Kecamatan Pancoran Mas, Slamet Riyadi mengatakan pihak SDA Dinas Pekerjaan Umum Kota Depok secara rutin telah melaksanakan kegiatan pemeliharaan terhadap kawasan aliran air yang berada di tengah tengah komplek perumahan Marinir.

“Setahu saya perawatan tetap berjalan namun nanti kita akan coba cari penyebab utama banjir disana untuk penanggulangan yang tepat,” pungkas Slamet. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here