Longsor Pasir Putih Meluas, Kini Sudah 1Km Lahan Warga Tergerus Air Kali Pesanggrahan

257
Terlihat seorang warga saat berada di bibir longsoran di wilayah Pasir Putih

Sawangan | jurnaldepok.id
Longsor di Jalan Usman Bontong RT 03/02 Kelurahan Pasir Putih (Pasput), Kecamatan Sawangan, saat ini meluas. Sedikitnya tujuh kepala keluarga kini kehilangan tempat tinggal lantaran rumah mereka tergerus longsor sejak 2018 silam.

“Saat ini lahan yang tergerus longsor sudah mencapai 1KM dari bibir Kali Pesanggrahan ke pemukiman warga, yang terparah terjadi di awal 2020 lalu. Bahkan, lahan milik warga yang tertelan lonsor hampir mencapai dua hektar,” ujar Hamdani, warga RT 03/02 Kelurahan Pasir Putih kepada Jurnal Depok, Senin (8/11).

Dikatakannya, longsor semakin meluas ketika terjadi hujan lebat dan meluapnya Kali Pesanggrahan yang menggerus bantaran TPA Cipayung pada, Minggu (7/11).

“Saat ini ada sekitar 20 kepala keluarga yang menunggu direlokasi dan menunggu pembayaran lahan dari pemerintah kota, karena lokasi ini sebenarnya sudah diploting pembebasan untuk buffer zone TPA Cipayung,” paparnya.

Namun, kata dia, meskipun pemberkasan pembebasan lahan sudah sejak 2013 silam, namun hingga kini belum juga dibayarkan.

“Di lokasi longsor saat ini ada sekitar 80 jiwa dari 20 keluarga yang masih bertahan. Kalau memang tidak ada jalan lain, mau enggak mau kami siap direlokasi dengan catatan segera bayar lahan milik kami,” katanya.

Hal senada diungkapkan oleh Samsudin, warga yang tinggal persis di bibir lokasi longsor juga tak sabar ingin direlokasi ke tempat yang lebih aman.

“Akibat longsor ini sudah 5.000 meter lahan milik kami yang hilang tergerus longsor. Ya, kami ingin segera dibayar lahan milik kami ini,” tandasnya.

Dikatakannya, jika lahan mereka sudah dibayar oleh pemerintah kota, mereka akan mencari lahan yang lebih aman.

Sambil menunggu pembayaran lahan tersebut, saat ini ada beberapa warga yang disewakan rumah kontrakan untuk beberapa bulan kedepan.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Pasir Putih, Asmawi berharap Pemerintah Kota Depok dan BWSCC segera mengambil tindakkan yang konkret untuk mengatasi banjir dan longsor di wilayahnya.

“Penanganan harus secepatnya, jangan terlambat. Kami dan masyarakat sangat khawatir karena saat ini masih ada beberapa rumah yang nyaris tergerus dari lokasi longsong dan jaraknya hanya tiga meter dari bibir longsoran,” ungkapnya.

Dikatakannya, longsor tersebut disebabkan adanya dorongan sampah TPA Cipayung ke Kali Pesanggrahan.

“Lokasi longsor kian meluas dengan kedalaman saat ini mencapai 20 meter. Harus segera ditangani, khawatir akan menelan korban jiwa. Mereka sudah sangat tidak tenang tinggal disana, terlebih ketika hujan turun,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here