Kesal Dibilang Lemah Diranjang, Pembunuh Istri Muda Dituntut 13 Tahun Penjara

67
ilustrasi

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Kota Depok menuntut terdakwa AM karena melakukan pembunuhan terhadap istrinya, Rany Khairani dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Kota Depok.

Nurkhamid, Jaksa Penuntut Umum menuntut terdakwa atas meninggalnya korban atas nama Rany Khairani (31) pada, Kamis 9 Juli 2021 sesuai Pasal 338 KUHP dan menjatuhkan pidana terhadap terdakawa AM dengan pidana penjara selama 13 tahun penjara.

Penasehatan Hukum terdakawa dari Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum, Andi Tatang Supriyadi dan rekan akan mengajukan nota pembelan (Pledoi) dalam waktu satu minggu kedepan.

Menurut Tatang, terdakwa tidak ada niatan untuk membunuh korban dimana pada saat kejadian Terdakwa merasa sakit hati atas perkataan korban yang mengatakan ‘Dah diem aja lo laki gak berguna, gak bisa kerja juga, gak bisa nyari duit, gak bisa puasin gue kalo main’.

“Dengan sepontan terdakwa emosi dan mengambil catter yang berada di dekat korban dan terdakwa,” ujarnya, Senin (8/11).

Pihaknya akan melakukan pembelaan (pledoi) terhadap terdakwa sesuai dengan fakta persidangan serta keterangan saksi-saksi yang dihadirkan selama proses sidang di Pengadilan Negeri Depok.

Sebelumnya, Polisi menangkap AM atas dugaan pembunuhan istri sirinya Rani di kontrakan di Kelurahan Pondokjaya, Kecamatan Cipayung. Pelaku mengaku membunuh korban lantaran disebut laki-laki tak berguna.

“Motifnya karena istrinya ini sering menyampaikan kepada yang bersangkutan seperti kata-kata kasar bahwa kamu laki-laki tidak berguna dan sebagainya,” kata Kapolres Metro Depok, Kombes Imran Edwin Siregar kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Pelaku, kata dia, ditangkap di rumah istri pertamanya di daerah Cilebut, Bogor.

Kepada polisi, pelaku mengaku sebelumnya belum pernah melakukan kekerasan kepada istrinya. Namun amarahnya tidak terbendung saat korban menghinanya dengan kata-kata kasar dan menyebutnya sebagai lelaki tidak berguna.

“Puncaknya saat kata-kata kasar penghinaan itu dan membuat yang bersangkutan kesal,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here