Gawat! Lantaran Belum Dibayar, Akses Jalan Menuju Kantor Kecamatan Limo Bakal Ditutup Lagi

124
Terlihat sepeda motor melintas di akses jalan Kantor Kecamatan Limo

Limo | jurnaldepok.id
Polemik lahan akses jalan masuk menuju Kantor Kecamatan Limo ternyata hingga kini belum juga tuntas. Hal ini diungkapkan oleh dr Suganda selaku pihak yang mengklaim lahan yang digunakan sebagai akses jalan Kecamatan Limo.

Bahkan personel dokter Kepresidenan ini menegaskan dalam waktu dekat pihaknya akan kembali melakukan penutupan akses jalan tersebut lantaran menilai Pemerintah Kota (Pemkot) Depok tidak memiliki itikad baik untuk menyelesaikan permasalahan lahan yang sempat masuk ranah peradilan.

“Di pengadilan kami menang dan Pemkot diminta untuk membayar lahan kami itu, tapi sampai sakarang tidak ada tindak lanjut yang jelas. Jadi apakah salah kalau kami kembali menutup akses jalan menuju kantor kecamatan yang notabene merupakan tanah milik kami?,” ujar Suganda kepada Jurnal Depok, kemarin.

Dikatakan Suganda, selama ini dirinya sudah cukup sabar menunggu penyelesaian masalah lahan miliknya yang bertahun-tahun digunakan untuk akses jalan Kantor Kecamatan Limo.

Namun, lanjut dia, tak ada progres penyelesaian yang jelas dan hal ini yang menjadi dasar baginya untuk kembali menutup akses jalan tersebut.

“Jangankan dibayar, kabarnya pun sudah tidak ada lagi. Wajar dong kalau saya kembali mengambil sikap tegas, dan asal tahu saja sampai kapanpun saya akan terus pertahankan hak kami ini,” imbuhnya.

Dia menambahkan, sudah lebih dari tiga tahun pihaknya menunggu penyelesaian permasalahan lahan milik keluarganya yang puluhan tahun dipakai untuk akses jalan Kantor Kecamatan Limo.

Namun, kata dia, sampai sekarang tidak juga ada titik terang yang pada penyelesaian masalah.

Selain akan melakukan penutupan akses jalan menuju Kantor Kecamatan Limo, Suganda juga berencana akan menggugat tiga pemilik rumah di lokasi tanah yang menurutnya juga marupakan tanah milik orang tuanya.

“Ya, lahan kami yang ditempati tiga rumah itu akan kami gugat juga, tapi nanti setelah urusan tanah kami yang dijadikan jalan kekantor kecamatan selesai,” tutup Suganda. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here