Tujuh Dosen Universitas Indonesia Masuk Top 2% Peneliti Berpengaruh Dunia

15
Logo Universitas Indonesia (istimewa)

Beji | jurnaldepok.id
Sebanyak tujuh dosen Universitas Indonesia (UI) menorehkan prestasi di kancah dunia. Mereka masuk dalam World’s Top 2% Scientist 2021 dari negara ASEAN. Ketujuh peneliti UI itu terdiri dari tiga orang dari Fakultas Teknik (FT), dua orang dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) dan dua orang dari Fakultas Kedokteras (FK).

Disebutkan dari Fakultas Teknik yakni, Prof. Dr-Ing Nandy Putra; Mohammed Ali Berawi,M.Eng.Sc., Ph.D; dan Prof. Dr. Ir. Irwan Katili, DEA. Dari F.MIPA antara lain Prof. Dr.rer.nat Rosari Saleh dan Dr. Dipo Aldila dan dari Fakultas Kedokteran yaitu Porf. Dr. dr. Sri Rezeki Hadinegoro dan Prof. dr. Jeanne Adiwinata Pawitan, MS., Ph.D.

Daftar ini baru dirilis oleh Stanford University dan Elsevier Report belum lama ini. Dari Indonesia, ada 58 ilmuwan yang masuk dalam daftar 2% ilmuwan yang paling berpengaruh di dunia. Pemeringkatan Top 2% World Ranking Scientists ini secara tahunan diperbarui oleh Elsevier BV dan Stanford University. Yang terbaru, data ini diperbarui pada 20 Oktober 2021.

Menanggapi hal itu, Prof. Dr-Ing Nandy Putra mengatakan, pengembangan IPTEK memegang peranan penting dalam kemajuan negara dan peradaban dunia. Penelitian dan publikasi ilmiah yang dilakukan mestinya dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan IPTEK.

“IPTEK diperlukan bagi peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat. Untuk itu, kita perlu mengembangkan ekosistem IPTEK yang terintegrasi dari sektor hulu ke hilir, sehingga dapat melahirkan terobosan baru untuk menghasilkan berbagai inovasi bagi pencapaian Indonesia maju dan unggul,” kata Nandy yang merupakan wakil dekan FTUI, kemarin.

Nandy yang merupakan pakar dibidang heat transfer dan konversi energi ini telah banyak mengeluarkan banyak karya ilmiah yang bersitasi tinggi dan berbagai produk hasil penelitian antara lain salah satunya adalah inovasi portable vaccine carrier atau perangkat pembawa vaksin yang ramah lingkungan dan hemat energi.

Sementara itu Mohammed Ali Berawi mengatakan, riset multidisiplin dan pengembangan jejaring keilmuan lintas negara akan mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi kebermanfaatan hasil riset dan pengembangan ilmu pengetahuan.

“Saya meyakini bahwa melalui penguasaan dan pengembangan digital teknologi (Industri 4.0) yang didukung dengan budaya masyarakat yang maju dan adaptif (Society 5.0) akan dapat menghasilkan pembangunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan (Nature 5.0) dalam rangka memajukan peradaban dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tandasnya.

Ale, sapaan akrabnya merupakan Direktur Center for Sustainable Infrastructure Development (CSID) Universitas Indonesia, Direktur ASEAN University Network – Sustainable City and Urban Development (AUN-SCUD), dan Working Group Leader untuk smart cities pada Association of Pacific Rim Universities (APRU-SCL).

Ale juga telah mengajar di berbagai kampus seperti Oxford Brookes University, Inggris, University of Malaya, Malaysia dan sebagai visiting scholar pada department of civil engineering and environment, University of Washington, USA. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here