Diduga Gara-gara Terlilit Pinjaman Online, Pengusaha Laundry Nekat Gantung Diri

221
ilustrasi

Cinere | jurnaldepok.id
J (44), salah satu warga Jalan Madrasah RT 06/02, Kelurahan Cinere, Kecamatan Cinere, kemarin pagi ditemukan tergantung diatas kusen pintu kamar mandi (WC) dalam kondisi tak bernyawa, Senin (1/11).

Kabar penemuan jasad J yang diduga sengaja nekad mengakhiri hidup dengan cara gantung diri tak pelak mengagetkan warga sekitar. Pasalnya sebelum melakukan tindakan gantung diri, J tampak baik-baik saja dan tak pernah menunjukkan sikap yang mengindikasikan bahwa dirinya dalam kondisi depresi atau sedang bermasalah.

Kepada Jurnal Depok, Ketua RW 02, Kelurahan Cinere, Kecamatan Cinere, Ba’wanih mengaku sangat kaget saat mendapat kabar J meninggal akibat gantung diri.

Pasalnya, kata dia, pada Sabtu silam, dirinya sempat melihat J ikut menghadiri acara besan dan pada saat itu kata dia J yang memiliki usaha laundry terlihat baik-baik saja.

“Saya sangat kaget dan hampir enggak percaya, karena baru dua hari lalu saya liat J ikut bareng ngebesan, saya liat dia baik-baik aja,” kata Ba’wanih.

Dijelaskan Ba’wanih, berdasarkan keterangan warga sekitar, jasad J yang sudah tergantung diatas pintu WC rumahnya, pertama kali ditemukan oleh Yunih yang tak lain adalah orang tua J pada sekitar pukul 06.30 pagi.

“Dari cerita yang saya terima, pada sekitar pukul 06.30 WIB pagi ibu Yunih pulang dari warung sayur dan lewat rumah J, dan saat itu bu Yunih melihat J sudah tergantung di atas WC di rumahnya, spontan ibu Yunih teriak histeris dan seketika itu juga keluarga dan kerabat langsung mendatangi rumah J,” kata Ba’wanih.

Dikatakan Ba’wanih, tak seorangpun warga mengetahui apa penyebab J melakukan hal senekad itu, selain tidak pernah menunjukkan gelagat mencurigakan, ibu dua orang anak itu tidak pernah bercerita atau berkeluh kesah kepada warga terkait kehidupannya.

“Tak ada yang tau kenapa beliau nekad kayak gitu,” katanya.

Hal senada dilontarkan oleh Lurah Cinere, Kecamatan Cinere, Pupung Purwawijaya.

“Biasanya kan orang yang nekad kayak gitu penyebabnya langsung bisa ditebak karena sebelumnya biasanya sang korban skaligus pelaku menunjukkan sikap diluar kebiasaannya, tapi ini katanya tidak ada tanda tanda yang mencurigakan, makanya saya juga kaget saat mendapat kabar dari Pak RW,” ungkap Pupung.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di lokasi kejadian penyebab korban bunuh diri dugaan kuat lantaran terjerat pinjaman online yang terus berbunga karena tidak bisa dibayar. Selain itu dugaan tersebut juga diperkuat dengan temuan sebuah secarik kertas wasiat bertuliskan tangan korban sendiri yang meminta merawat kedua anaknya ke ibu korban.

“Proses meninggal dunia korban dengan cara gantung diri murni. Perkuat dari hasil pemeriksaan visum luar oleh petugas Inafis Polres Metro Depok tidak ada tanda-tanda kekerasan dan mencurigakan lainnya,” ujar Kapolsek Cinere, AKP Suparmin.

Dia mengungkapkan sehari-hari korban tinggal bersama orang tua serta kedua anak masih kecil.

“Keterangan keluarga korban kalau J ini sebulan sebelumnya pernah Whatapps (WA) ke sepupu I untuk meminjam uang Rp 12 juta, namun tidak dikasih dengan alasan tidak mempunyai uang,” katanya.

Suparmin menyebutkan penyebab dugaan korban bunuh diri adalah masalah faktor ekonomi.

“Dari cek jejak digital pesan WA HP korban ternyata banyak WA dari pinjaman online (Pinjol) yang menagih kepada korban,” tambahnya.

Dari hasil pemeriksaan petugas di lokasi usaha tempat laundry korban, ditemukan selembar kertas tulisan tangan korban sendiri dengan menggunakan bulpen.

“Dalam surat tersebut bertuliskan: Teruntuk Orang Tua Anak, sodara, teman yang sudah bayak membantu saya. Saya minta maaf sudah banyak nyusahin dan ngerepotin semuanya, Ma saya minta maaf udah nyusahin Emak selama ini buat Emak marah dan marah, Ma kalau umur saya sampe hari ini doang saya nitip anak saya dua Aninda ama arul, saya udah ga kuat Ma menanggung semua ini. Sekali lagi saya minta maaf. Saya titip anak Mak atau kalau Emak ga mau kasih ke ayahnya,”katanya.

Dalam kasus ini keluarga korban sudah menerima peristiwa ini dan tidak menginginkan visum pada korban. Saat itu juga dengan membuat surat pernyataan korban langsung dimakamkan oleh pihak keluarga. n Asti Ediawan | Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here