Libatkan 150 Dokter Spesialis Gigi, FKG-UI Gelar Baksos Penyuluhan Clinical Periodontology Update

50
Suasana baksos Penyuluhan Clinical Periodontology Update yang digelar FKG UI

Jakarta | jurnaldepok.id
Di tengah masa pandemi COVID-19 ini, Departemen Periodonsia Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI) melalui kegiatan Clinical Periodontology Update 3 (CPU3) mengadakan bakti sosial penyuluhan kesehatan gusi secara daring.

Kegiatan pengabdian masyarakat rutin dilakukan dalam rangka implementasi Tridarma Perguruan Tinggi dan bagian dari rangkaian acara CPU3 yang diselenggarakan pada bulan Oktober 2021.

Program ini bekerjasama dengan Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristekdikti RI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Kota Bekasi, serta Ikatan Periodonsia Indonesia (IPERI) Komisariat Daerah Jakarta Raya.

Turut hadir pada acara baksos penyuluhan daring ini, drg. Devi Hendra (Ketua PDGI Cabang Kota Bekasi), drg. Maya A. Y. Lewerissa, Sp.Perio (Ketua IPERI Komda Jaya) dan Kepala Dinas Pendidikan Jakarta yang diwakili oleh Kabid SMP dan SMA Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Bapak Drs. Putoyo HS, M.Pd.

Acara daring ini melibatkan 150 dokter gigi spesialis dan dokter gigi umum sebagai penyuluh dan 330 guru-guru dari wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Tahun ini bakti sosial penyuluhan daring CPU3 mengangkat tema ”Senyum Sehat, Indonesia Cerdas” dengan judul “Menjaga Kesehatan Gusi di Masa Pandemi, Gusi Sehat Awal dari Tubuh yang Sehat”.

Ketua Pelaksana, Drg. Adit Widaryono, Sp.Perio(K) mengatakan, berbagai survei dan penelitian menunjukan angka penyakit periodontal di Indonesia masih tinggi.

“Melalui peran guru dalam pembinaan kesehatan gusi dan jaringan periodontal di sekolah menjadi hal yang esensial,” ujarnya, kemarin.

Sementara itu Kepala Departemen Periodonsia FKG UI, drg. Robert Lessang, Sp.Perio(K) menekankan, guru sebagai ujung tombak dalam dunia pendidikan, dengan harapan dapat meneruskan informasi tentang kesehatan jaringan periodontal kepada anak didiknya.

“Guru merupakan titik awal dalam penyebaran ilmu pengetahuan maupun edukasi dibidang kesehatan. Dalam kondisi pandemi dimana semakin terbatas untuk pasien melakukan kunjungan ke dokter gigi, maka hal ini mendorong kami untuk mengadakan kegiatan bakti sosial daring kepada para guru-guru,” paparnya.

Senada dengan Robert, Drg. Adityo tim Periodonsia FKG UI yang terdiri dari staf dosen dan peserta dokter gigi spesialis, telah menyiapkan materi-materi edukatif yang digunakan untuk kaderisasi guru di sekolah untuk dapat mendeteksi dini penyakit gusi.
“Upaya ini dilakukan dengan harapan bahwa deteksi dini dan pencegahan penyakit periodontal, serta merujuk ke dokter gigi terdekat,” tandasnya.

Sesi konsultasi dan tanya jawab interaktif antar guru dan dokter gigi menjadi sesi yang paling ditunggu karena melibatkan interaksi keduanya. Video acara di unggah ke Youtube (link youtube acara baksos virtual CPU3) untuk dapat menjadi inspirasi dan motivasi kepada sekolah-sekolah yang lain. Kegiatan ini juga berkoordinasi kepada Dinas Kesehatan dan Pendidikan Jakarta, sehingga program ini dapat berkembang, berkelanjutan, dan bermanfaat.

Hal ini dinilai sangat positif oleh Kabid SMP dan SMA Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Drs. Putoyo HS, M.Pd.

Menurutnya, materi-materi yang diberikan pada baksos penyuluhan online ini sangat edukatif dan guru dapat memberikan informasi kesehatan jaringan periodontal ini kepada anak didik di sekolah.

“Kami optimistis dengan program kesehatan gigi dan mulut sebagai bagian dari promosi kesehatan dapat bermanfaat bagi semua pihak. Kegiatan baksos penyuluhan daring seperti ini bisa jadi solusi efektif dan aman untuk mendapatkan infomasi dan edukasi mengenai kesehatan gigi dan mulut,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here