Berjumlah 9 Orang, Pelaku Begal Siswa SMA di Gg Nangka Akhirnya Diringkus Polisi

1311
ilustrasi

Margonda | jurnaldepok.id
Aparat Kepolisian berhasil menangkap pelaku pencurian dan kekerasan yang menewaskan MAP, siswa SMA di Jalan Nangka, Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos.

Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno, mengatakan, pelaku diamankan Subdit Resmob Polda Metro Jaya.

“Sudah diamankan Resmob Polda Metro Jaya kemarin,” ujar Yogen saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (28/10).

Sementara itu Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus menambahkan, pihaknya berhasil mengungkap kasus begal sadis yang meresahkan warga Depok dan Bekasi, Jawa Barat.

“Dari dua kelompok ini, polisi mengamankan 9 pelaku dengan sejumlah barang bukti senjata tajam. Para pelaku ini terbilang sadis, pelaku yang mempersenjatai diri dengan senjata tajam ini tidak segan-segan melukai korbannya,” tandasnya.

Ia menambahkan, pelaku biasanya beraksi secara berkelompok. Dirinya menyebut aksi begal yang dilakukan para pelaku sering kali terjadi pada tengah malam dan di lokasi yang terkenal sepi.

“Modusnya pelaku biasanya mencari jam rawan tengah malam. Kemudian lokasi yang memang rawan tempat sepi, melihat ada korban ada ajakan melintas di tempat sepi lalu melakukan aksi mereka biasa berkomplotan,” jelasnya.

Para tersangka dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

Sebelumnya, MAP yang masih tercatat sebagai siswa SMA meninggal dunia usai mempertahankan telepon genggamnya di Jalan Nangka, Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos, dari para pelaku pencuri bersenjata.

MAP yang bermukim di RT 08/02 Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos, merupakan salah satu dari empat remaja yang tengah asik berkumpul bersama salah satunya AR, meninggal dunia akibat terkena sabetan senjata tajam dari terduga pelaku.

Pemilik toko sol sepatu yang ada persis di depan lokasi kejadian, Rahmat mengatakan, kejadian berawal dimana terduga pelaku berjumlah enam orang dan berboncengan dua motor mendatangi korban dan tiga rekannya yang tengah bermain game di HP.

“Katanya sih awalnya terduga pelaku pura-pura nanya alamat ke para korbannya. Kan korban ada empat orang tuh lagi kumpul main game manfaatin WiFi dari warung sekitar,” ujarnya, Selasa (26/10).

Rahmat mengatakan, korban tidak terima HP nya diambil, lalu korban sempat berusaha merebut kembali HP miliknya yang sudah direbut terduga pelaku.

“Mereka lagi asik main game, terus didatangin dan (korban) diminta HP nya. Kemudian korban mau ambil lagi HP nya tapi malah ditendang dan dibacok,” ungkapnya.

Namun naas, usahanya itu tak membuahkan hasil. Para pelaku malah menendang dan mengeluarkan senjata tajam yang ditujukan ke korban. Korban pun tersungkur bersimbah darah, dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit oleh sejumlah rekannya. Sementara para terduga pelaku langsung tancap gas melarikan diri ke arah Tapos.

“Yang bawa ke rumah sakit teman-temannya yang tiga itu, langsung dibawa ke RS Sentra Medika. Sempat operasi dulu, terus meninggal kemarin (Minggu,red),” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here