Polres Metro Depok Buru Pelaku Begal Yang Menewaskan Siswa SMA

479
Kombesp Pol Imran Edwin Siregar

Cimanggis | jurnaldepok.id
Aparat Kepolisian Polsek Cimanggis dan Polres Metro Depok memburu para pelaku perampasan telepon genggam yang menewaskan satu remaja di Jalan Nangka, Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos. Data yang dihimpun menyebutkan, peristiwa mengerikan itu terjadi sekira pukul 03:00 WIB, pada Sabtu 23 Oktober 2021.

Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Imran Edwin Siregar mengatakan, kejadian bermula ketika korban bersama empat temannya sedang asyik main handphone di teras toko sol sepatu disatroni enam orang tak dikenal yang datang menggunakan dua motor saling bonceng tiga.

“Awalnya mereka ini nanya ke teman korban, lo tahu enggak yang mukulin teman gue, dan langsung memeriksa HP. Rupanya itu hanya modus. Pelaku ternyata sedang mengincar ponsel. Korban tadinya sempat melawan namun akhirnya terkapar karena dihujani sabetan senjata tajam,” ujarnya, Rabu (27/10).

Melihat korban ambruk bersimbah darah, para pelaku begal ini langsung kabur. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat, namun nyawanya tak tertolong.

Bocah Depok yang masih duduk di bangku sekolah itu tewas akibat luka bacok pada bagian punggung. Dari hasil pemeriksaan para saksi dan olah TKP, polisi berhasil menemukan petunjuk atas kasus ini.

“Salah satu pelaku mengaku dari Jakarta, nyebutnya Gengster Jakarta. Saat ini polisi tengah memburu komplotan begal sadis yang menewaskan bocah Depok tersebut. Kasusnya hingga kini masih dalam penyelidikan lebih lanjut,”katanya.

Sebelumnya, MAP yang masih tercatat sebagai siswa SMA meninggal dunia usai mempertahankan telepon genggamnya di Jalan Nangka, Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos, dari para pelaku pencuri bersenjata.

MAP yang bermukim di RT 08/02 Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos, merupakan salah satu dari empat remaja yang tengah asik berkumpul bersama salah satunya AR, meninggal dunia akibat terkena sabetan senjata tajam dari terduga pelaku.

Pemilik toko sol sepatu yang ada persis di depan lokasi kejadian, Rahmat mengatakan, kejadian berawal dimana terduga pelaku berjumlah enam orang dan berboncengan dua motor mendatangi korban dan tiga rekannya yang tengah bermain game di HP.

“Katanya sih awalnya terduga pelaku pura-pura nanya alamat ke para korbannya. Kan korban ada empat orang tuh lagi kumpul main game manfaatin WiFi dari warung sekitar,” ujarnya, Selasa (26/10).

Rahmat mengatakan, korban tidak terima HP nya diambil, lalu korban sempat berusaha merebut kembali HP miliknya yang sudah direbut terduga pelaku.

“Mereka lagi asik main game, terus didatangin dan (korban) diminta HP nya. Kemudian korban mau ambil lagi HP nya tapi malah ditendang dan dibacok,” ungkapnya.

Namun naas, usahanya itu tak membuahkan hasil. Para pelaku malah menendang dan mengeluarkan senjata tajam yang ditujukan ke korban. Korban pun tersungkur bersimbah darah, dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit oleh sejumlah rekannya. Sementara para terduga pelaku langsung tancap gas melarikan diri ke arah Tapos.

“Yang bawa ke rumah sakit teman-temannya yang tiga itu, langsung dibawa ke RS Sentra Medika. Sempat operasi dulu, terus meninggal kemarin (Minggu,red),” katanya.

Ketua RT 008/02, Kampung Sindang Karsa Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos, Abdul Mutarom, mengatakan, korban MAP anak pertama dari dua bersaudara pasangan Anti dan Ata, meninggal dunia setelah sehari perawatan di ruang IGD RS Sentra Medika Depok.

“Setelah kejadian Sabtu (23/10) sekitar pukul 03.00 WIB, pelaku berhasil melukai korban dengan membacok menggunakan sebilah celurit pada punggung kiri langsung dilarikan ke RS Sentra Medika, setelah mendapatkan penanganan korban dioperasi dan pada Minggu siang korban menghembuskan napas terakhir,” jelasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here