Demi Mempertahankan Handphonenya, Siswa SMA Tewas Ditangan Begal

808
Ilustrasi

Tapos | jurnaldepok.id
MAP, yang masih tercatat sebagai siswa SMA meninggal dunia usai mempertahankan telepon genggamnya di Jalan Nangka, Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos, dari para pelaku pencuri bersenjata.

MAP yang bermukim di RT 08/02 Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos, merupakan salah satu dari empat remaja yang tengah asik berkumpul bersama salah satunya AR, meninggal dunia akibat terkena sabetan senjata tajam dari terduga pelaku.

Pemilik toko sol sepatu yang ada persis di depan lokasi kejadian, Rahmat mengatakan, kejadian berawal dimana terduga pelaku berjumlah enam orang dan berboncengan dua motor mendatangi korban dan tiga rekannya yang tengah bermain game di HP.

“Katanya sih awalnya terduga pelaku pura-pura nanya alamat ke para korbannya. Kan korban ada empat orang tuh lagi kumpul main game manfaatin WiFi dari warung sekitar,” ujarnya, Selasa (26/10).

Rahmat mengatakan, korban tidak terima HP nya diambil, lalu korban sempat berusaha merebut kembali HP miliknya yang sudah direbut terduga pelaku.

“Mereka lagi asik main game, terus didatangin dan (korban) diminta HP nya. Kemudian korban mau ambil lagi HP nya tapi malah ditendang dan dibacok,” ungkapnya.

Namun naas, usahanya itu tak membuahkan hasil. Para pelaku malah menendang dan mengeluarkan senjata tajam yang ditujukan ke korban. Korban pun tersungkur bersimbah darah, dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit oleh sejumlah rekannya. Sementara para terduga pelaku langsung tancap gas melarikan diri ke arah Tapos.

“Yang bawa ke rumah sakit teman-temannya yang tiga itu, langsung dibawa ke RS Sentra Medika. Sempat operasi dulu, terus meninggal kemarin (Minggu,red),” katanya.

Ketua RT 008/02, Kampung Sindang Karsa Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos, Abdul Mutarom, mengatakan, korban MAP anak pertama dari dua bersaudara pasangan Anti dan Ata, meninggal dunia setelah sehari perawatan di ruang IGD RS Sentra Medika Depok.

“Setelah kejadian Sabtu (23/10) sekitar pukul 03.00 WIB, pelaku berhasil melukai korban dengan membacok menggunakan sebilah celurit pada punggung kiri langsung dilarikan ke RS Sentra Medika, setelah mendapatkan penanganan korban dioperasi dan pada Minggu siang korban menghembuskan napas terakhir,” jelasnya.

Mutarom mengatakan, pelaku menggunakan dua motor berboncengan masing-masing satu motor tiga orang total enam pelaku ini dugaan kuat gengster.

“Peristiwa begal HP ini baru pertama terjadi, kejadian dengan korban meninggal yang merupakan warga kami. Jika memang pelaku begal kenapa cuman HP korban saja yang diambil, sedangkan ketiga teman korban lainnya tidak dirampas. Jadi dugaan kuat pelaku gengster bukan pelaku begal,” ungkapnya.

Selain itu dalam rekaman CCTV yang tertangkap di lokasi, pelaku menggunakan Honda Vario Putih tanpa memasang plat nomor.

“Terlihat sudah direncanakan, pelaku melepas kedua plat nomor dan semua pelaku berjumlah empat orang menggunakan helm dan masker sehingga sulit untuk dikenali,” tuturnya.

Adapun ciri-ciri pelaku yang masih dapat dikenali berdasarkan dari rekaman CCTV yang ada di sekitar lokasi, diperkirakan usia kisaran 18 – 19 tahunan.

“Pelaku masih remaja sepantaran korban, usia masih belasan tahun. Selain itu ciri-ciri yang lain tidak dapat dikenali karena berhelm dan masker,” tambahnya.

Setelah mengambil HP korban, pelaku langsung kabur ke arah Bakti Abri sembari membawa jenis senjata tajam celurit dan parang.

“Kami berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap kasus ini dengan menangkap para pelaku yang membuat risau warga sekitar dan mencemaskan,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here