Ada Perbedaan Dengan Kemenkes RI, Data Vaksin di Kota Depok Disinkronkan

52
Wali-Wakil Wali Kota Depok saat mendampingi Pangdam Jaya memonitoring posko penyelarasan data pemberian vaksinasi

Margonda | jurnaldepok.id
Jumlah pemberian vaksinasi ke masyarakat Kota Depok sudah melebihi dari data yang diperoleh Kementerian Kesehatan RI.

Demikian dikatakan Panglima Kodam Jaya, Mayjen TNI Mulyo Aji saat memonitoring posko penyelarasan data pemberian vaksinasi di Gedung Perpustakaan, Kota Depok.

Dia mengatakan, keberhasilan pemberian vaksinasi ke masyarakat khususnya di Kota Depok selama ini tentunya sangat diapreasi setelah melihat secara langsung posko penyelarasan data target pemberian vaksinasi Covid-19 di Kota Depok, khususnya ber E KTP maupun warga Depok yang dilakukan selama ini.

“Melihat secara langsung petugas pengumpul data di posko penyelarasan data target pemberian vaksinasi Covid-19 masyarakat Kota Depok, baik tentunya tidak ada yang salah memberikan atau menyampaikan data pemberian vaksinasi ke warga Depok, baik dilalukan melalui Gebyar Vaksin pihak instansi, TNI, Polres, RSUD, RS UI, Kecamatan dan kelurahan bahkan stokholder lainnya,” ujarnya, kemarin.

Dikatakannya, kegiatan monitoring atau pemantauan di posko penyelarasan data pemberian vaksinasi ke masyarakat di Kota Depok selama ini, agar tidak muncul perbedaan data dengan Kementerian Kesehatan (Kenmenkes) RI.

“Yang jelas koordinasi pelaksanaan di Kota Depok sangat luar biasa, baik dengan TNI, Polres dan lainnya. Serta perlu ditekankan jika ada perbedaan, jelas itu bukan karena ada data yang salah namun ada perbedaan pada cara melihat data baik dari Kemenkes maupun Pemkot Depok,” paparnya.

Menurut dia, pemerintah pusat maupun daerah bersama jajaran TNI dan Polri terus bahu-membahu bersama seluruh elemen bangsa menghadapi pandemi Covid-19, salah satunya dengan menggenjot upaya vaksinasi.

“Namun, kita harus tahu siapa yang mau divaksin, berapa jumlahnya dan bagaimana pelaksanaan teknisnya,”katanya.

Untuk menyamakan data yang ada selama ini maka pihaknya langsung berkoordinasi dengan Pemkot Depok apalagi ada perbedaan data terkait sasaran vaksinasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Pasalnya, dari data yang diperoleh Kemenkes RI kondisi data pemberian vaksinasi ke masyarakat di Kota Depok dibawah 60 persen.

Saat melihat langsung penyelarasan data pemberian vaksinasi ke masyarakat ternyata Kota Depok sudah melebihi dari data yang diperoleh Kemenkes RI untuk itulah pihaknya antara TNI, Polri dan Pemkot Depok bersama akan bersama-sama membenahi data tersebut.

“Penyelarasan data akan dilakukan kurang lebih selama satu minggu. Setelah itu, upaya percepatan akan dilakukan yakni pelaksanaan vaksinasi berdasarkan data dan alamat. Target kita semua jelas, warga yang akan divaksin itu, ber KTP elektronik maupun berdomisili Depok,” tuturnya.

Sementara itu Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, Kota Depok akan menggunakan basis data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk pendataan vaksinasi Covid-19. Sesuai dengan data Disdukcapil Kota Depok, ujar dia, total warga yang menjadi sasaran vaksinasi sebanyak 1,3 juta jiwa.

“Total warga Depok berdasarkan data Disdukcapil sebanyak 1,8 juta jiwa. Lalu diambil 70 persen dari data tersebut sekitar 1,3 juta jiwa yang menjadi target vaksinasi,” kata Mohammad Idris usai mendampingi Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji saat meninjau Posko Vaksinasi Kota Depok, Senin (25/10/21).

Target 1,6 juta dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), lanjut Idris, sudah tidak relevan, sebab data itu berdasarkan jumlah warga Depok dari Badan Pusat Statistik (BPS) sebanyak 2,4 juta jiwa. Sedangkan data terbaru BPS, jumlah warga Depok sebanyak 2 juta jiwa di tahun 2020.

“Karena itu, kami akan berkoordinasi mengajukan perbaikan data target vaksinasi dengan Kemenkes, bahwa yang dipakai itu data Disdukcapil Depok berdasarkan nama dan alamat, baik untuk warga berdomisili maupun yang ber-KTP elektronik di Depok,” katanya.

“Sehingga nanti semua data vaksinasi dapat terhimpun dengan baik. Upaya ini bukan untuk berlomba-lomba, namun agar warga Depok maupun yang berdomisili semua harus divaksinasi dari Pemkot Depok, Kementerian dan TNI- Polri,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here