Tanggungjawab Penuh, PDAM Berikan Trauma Healing untuk Korban Crane Jatuh

53
M Olik Abdul Holik

Sukmajaya | jurnaldepok.id
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Asasta Kota Depok memberikan psikologi Trauma Healing kepada salah satu anak yang menjadi korban crane roboh di Jalan Mawar, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas.

Direktur Utama PDAM Tirta Asasta Kota Depok, M Olik Abdul Holik mengatakan, selama perawatan keluarga korban mendapatkan perhatian penuh.

“PDAM bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Kota Depok menurunkan psikolog untuk memberikan trauma healing kepada anak tersebut. Tujuan kegiatan trauma healing ini untuk memberikan pemulihan psikologis kepada YS anak yang tertimpa reruntuhan selama lima jam. Selama perawatan di salah satu rumah sakit anak tersebut kami perhatikan dengan sebaik mungkin,” ujarnya, kemarin.

Bahkan, kata dia, PDAM memberikan bantuan alat komunikasi telepon genggam yang digunakan YS untuk belajar online, dimana telepon genggam sebelumnya rusak tertimpa reruntuhan puing bangunan.

Pihaknya juga menempatkan petugas di rumah sakit dimana anak tersebut mendapatkan perawatan. Sehingga semua pelayanan di rumah sakit diurus oleh petugas PDAM yang ditempatkan di rumah sakit.

“Dari hasil rekam medis YS dalam kondisi sehat dan tidak ada luka dalam. Alhamdullilah kondisi korban sudah membaik,”katanya.

Selain itu, PDAM juga memberikan ganti rugi atau kompensasi kepada pemilik warung yang menjadi korban. Penghuni rumah sementara waktu juga diinapkan di salah satu hotel di Jalan Margonda.

“Terkait rumah yang tertimpa crane juga akan diperbaiki seperti semula,” jelasnya.

Menurut Olik, semua proses hukum diserahkan ke pihak kepolisian.

Diberitakan sebelumnya crane proyek pembangunan water tank roboh sehingga menimpa rumah warga dan melukai tiga orang. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here