Pedagang Picu Kerumunan, DPRD Minta Orang Tua Siswa Bekali Makan-Minum

108
Rombongan Komisi D DPRD Depok saat melihat makanan yang dibawa siswa

Beji | jurnaldepok.id
Anggota Komisi D DPRD Depok, Hj Rezki M Noor meminta tim gugus tugas Covid-19 Pemerintah Kota Depok untuk menertibkan para pedagang yang mangkal di depan sekolah.

Pasalnya, kata dia, kehadiran pedagang di area sekolah menyebabkan kerumunan dan dikhawatirkan terjadi klaster baru Covid-19.

“Harusnya tim gugus tugas melakukan sidak ke sekolah-sekolah untuk meninjau langsung keberadaan pedagang di area sekolah. Tanyakan mereka apakah sudah divaksin atau belum,” ujar Rezki kepada Jurnal Depok, kemarin.

Wanita yang akrab disapa Mak Kiki itu menilai, proses vaksinasi saat ini harusnya tidak lagi mengacu pada domisili, tapi harus berdasarkan NIK.

“Enggak perlu lagi lihat KTP warga mana dan tinggal dimana, yang penting mereka punya KTP dan bisa dilihat NIK nya karena itu bisa langsung terkoneksi ke kementerian,” paparnya.

Hasil sidaknya ke SDN 6 dan 7 Beji, politisi Partai Gerindra itu melihat masih banyak pedagang di area sekolah yang menimbulkan kerumunan.

“Kami tidak mau ada kelaster baru lagi, ini kan masih uji coba PTM Terbatas. Mudah-mudahan tidak ada klaster baru, selektif lagi para pedagang,” katanya.

Lebih lanjut ia mengimbau kepada orang tua siswa agar memberikan bekal makanan dan minuman dari rumah untuk anakanya.

“Wajib, mulai dari sendok dan perlangkapan makan lainnya. Mohon kerjasamanya dari orang tua untuk membekali makanan dari rumah saja untuk anaknya,” imbaunya.

Sebelumnya, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana meminta agar area sekolah dan sekitarnya bebas dari pedagang makanan, seiring dengan digelarnya pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

“Hal ini sehubungan dengan ketentuan PTM terbatas di Depok yang tak mengizinkan adanya aktivitas makan di sekolah. Dalam Peraturan Wali Kota sudah diatur, anak hanya dibekali minum dan tidak boleh makan, karena ketika makan pasti buka masker,” ujarnya, kemarin.

Kegiatan kantin, sambungnya, di sekolah tutup dan tempat jualan pun ditutup. Saat ini, siswa hanya perlu datang dua kali sepekan ke sekolah. Selama itu pula, tidak ada jam istirahat.

“Anak-anak hanya diperbolehkan membawa bekal minum dari rumah,” paparnya.

Pemerintah Kota Depok menyebutkan bahwa PTM Terbatas yang diselenggarakan saat ini merupakan masa transisi.

“Sehingga, mohon maaf kepada sahabat-sahabat warga yang melakukan aktivitas itu (berdagang di area sekitar sekolah) untuk sementara pada masa transisi ini tidak diperkenankan berjualan di sekitar sekolah,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here