Khawatir Prokes & Capaian Kurikulum, Komisi D DPRD Depok Sidak PTM Terbatas

51
Rombongan Komisi D DPRD Depok didampingi Kabid SD Disdik saat meninjau PTM Terbatas di SDN 4, 5, 6 & 7 Beji

Beji | jurnaldepok.id
Komisi D DPRD Kota Depok meninjau langsung kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di SD Negeri Beji 4 dan SD Negeri Beji 5.

Dalam kesempatan itu HM Supariyono selaku Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Depok dan rombongan, secara mendetail memeriksa protokol kesehatan hingga proses belajar mengajar.

“Sejauh ini dari aspek teknis sudah cukup baik, jam kedatangan anak-anak digilir, begitu juga pintu masuk dan keluarnya juga dipisah. Selain itu setelah sesi satu selesai, ruangannya disterilisasi dulu. Kalau untuk teknis sudah cukup baik dan maksimal,” ujar Supariyono kepada Jurnal Depok, Selasa (12/10).

Terkait aspek non teknis, sambungnya, pihaknya menyoroti terkait capaian kurikulum di masa PTM Terbatas. Pasalnya, kata dia, siswa saat ini hanya belajar kurang lebih dua jam dalam sehari yang biasanya empat sampai lima jam.

“Kami menilai sedikit banyak itu akan berpengaruh, harusnya dalam satu tahun tercapai 100 persen, namun dengan pembatasan jam belajar saat ini pasti terganggu. Namun ketika kami tanyakan apakah bisa mencapai 70 persen, para guru menjawab bisa lebih. Artinya cukup bagus,” paparnya.

Sejauh ini, kata dia, para guru belum menemui kendala, baik yang kaitannya dengan aspek teknis maupun non teknis.

“Hanya saja para guru tidak bisa mengontrol jika sudah keluar dari gerbang sekolah. Makanya perlu kerjasama dengan orang tua. Mudah-mudahan tidak ada ledakan kasus covid di PTM Terbatas ini,” jelasnya yang didampingi Anggota Komisi D, Hj Rezky M Noor, Hj Indah Ariani, H Afrizal dan H Turiman.

Kepala SD Negeri 4 Beji, Ika Mulyati mengatakan, pihaknya membagi dua sesi jam pelajaran yang dimulai pukul 07.30-09.30 dan 10.00-12.00 WIB.

“Kapasitas ruangan kami isi 50 persen, prokes sudah sesuai dari mulai masuk hingga pulang sekolah. Mereka dicek suhu tubuh, mencuci tangan hingga kami berikan masker jika ada yang lupa membawa,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Ika juga mengapresiasi pengertian orang tua siswa yang tidak berkerumun pada saat mengantar dan menjemput anaknya.

“Kami sudah sosialisasikan kepada mereka sebelumnya agar tidak berkerumun. Cukup mengantar sampai pintu gerbang saja, setelah itu mereka langsung pulang,” katanya.

Sementara itu Kepala SD Negri 5 Beji, Suratmin mengungkapkan, pihaknya melakukan penataan terhadap PTM Terbatas.

“Sehari kami seling, misalnya hari ini yang masuk tiga kelas, besok juga tiga kelas. Jadi tidak masuk semua kelas. Ya, memang perlu ekstra ketat dalam melakukan KBM di masa pandemi ini,” terangnya.

Setelah meninjau PTM Terbatas di SDN 4 dan SDN 5, rombongan Komisi D DPRD Kota Depok juga meninjau kegiatan PTM Terbatas di SDN 6-7 Beji. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here