HUT ke-13, Kader PIRA Diminta Konsisten Berjuang Bantu Masyarakat

69
Pengurus PIRA Depok foto bersama usai merayakan HUT ke 13

Beji | jurnaldepok.id
Ketua Umum Perempuan Indonesia (PIRA), Sumarjati Arjoso mengajak semua pengurus PIRA untuk terus berjuang memperjuangkan hak-hak perempuan termasuk di Politik.

Selanjutnya dia mengingatkan isu-isu keperempuanan termasuk pernikahan anak usia dini, dan isu isu yang terjadi di Indonesia serta mendorong program pemerintah dalam pemutusan Covid-19 dalam hal ini vaksin.

“Semoga dalam kondisi apapun kita tetap bersemangat untuk berjuang demi partai kita, bangsa kita dan anak cucu kita, sehingga kita bisa mencapai Indonesia emas dan sebanding dengan negara negara maju di dunia,” ujarnya saat memperingati HUT PIRA ke 13 secara virtual, kemarin.

Ketua PD PIRA sekaligus Anggota DPRD Jawa Barat Fraksi Partai Gerindra, Prasetyawati berharap semoga pandemi yang melanda seluruh negeri ini cepat berlalu. Sehingga aktivitas masyarakat bisa berjalan kembali secara normal, khususnya perekonomian masyarakat.

“Kita bersyukur di tengah pandemi ini masih diberi kesehatan. Semoga pandemi ini cepat hilang, sehingga aktivitas kembali berjalan normal. Khususnya perekonomian masyarakat,”katanya.

Ia juga berharap agar seluruh pengurus dan kader menjaga silaturahmi dan kekompakan. Tidak hanya itu, ia juga mengingatkan agar para kader PIRA Jawa Barat senantiasa terus membekali diri dengan pendidikan dan melek politik. Sehingga dengan bekal pendidikan, bisa terus eksis ditengah-tengah masyarakat.

“Kita tetap jaga silaturahmi dan kekompakan. Jangan bosan untuk terus membekali diri dengan pendidikan dan kita harus melek politik juga,” jelasnya.

Sementara itu Ketua PIRA Kota Depok, Rezky M. Noor, mengungkapkan, perayaan HUT ke-13 sayap Partai Gerindra ini dilakukan serentak se-Indonesia.

“Serentak di seluruh Indonesia perayaannya, jadi tidak hanya di Depok saja,” ungkapnya.

Perayaan HUT ke-12 PIRA di Kota Depok tetap mengikuti protokol kesehatan Covid-19.

“Kami juga jalankan prokes (protokol kesehatan-red) yang sudah disediakan. Meski ada keterbatasan, tapi kami di sini hanya mensyukuri (hari jadi), hanya ada tumpeng. Ini rasa yukur bahwa PIRA sudah berusia 13 tahun. Mudah-mudahan kami lebih solid, lebih sukses, lebih eksis dan lebih maju lagi,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, pihaknya juga membahas sejumlah permasalahan yang terjadi saat ini, salah satunya masalah pandemi Covid-19.

Dia mengatakan, dalam situasi saat ini PIRA Kota Depok menegaskan komitmennya untuk berkontribusi membantu pemerintah dalam segmen ekonomi sosial hingga politik.

“Masyarakat sangat penting, makanya beragam program pemberdayaan telah dan akan digulirkan hal itu semata-mata agar kaum hawa bisa berdaya serta mandiri,”katanya.

Dikatakannya, PIRA merupakan organisasi sayap perempuan Partai Gerindra, berdiri tak lama setelah berdirinya Partai Gerindra pada 6 Februari 2008. PIRA berdiri di Jakarta, 9 Oktober 2008, mengajak perempuan Indonesia berpartisipasi dalam segala aspek kehidupan sebagai warga bangsa, utamanya berpolitik praktis.

“Politik dalam kehidupan sehari-hari, bukan hal yang asing bagi perempuan. Tetapi, politik dalam jalur resmi dan terakreditasi dalam partai politik, masih langka untuk perempuan. Visi PIRA adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia melalui gerakan perempuan Indonesia dalam setiap aspek kehidupan,” tuturnya.

Mulai dari ekonomi kerakyatan, pendidikan, budaya, dan kesehatan dalam rangka kemandirian bangsa.

“Misi PIRA adalah menjalankannya dengan bergabung dalam Partai Gerindra. Mari perempuan Indonesia, jangan ragu berpartisipasi dan aktif dalam membangun bangsa kita. Untuk Indonesia yang jaya,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here