Awalnya Setiap Jumat, Kini SiJum Beri Makan Gratis Setiap Hari untuk Masyarakat

26
Suasana syukuran Warung SiJum di wilayah Depok

Laporan: Aji Hendro
Nasi Jumat Indonesia (SiJum) bertransformasi yang sebelumnya hanya komunitas kini menjadi sebuah yayasan.

Founder Yayasan Si Jum, Ustadz Andre Raditya mengatakan, Si Jum sudah berdiri selama lima tahun. Pada awalnya merupakan sebuah komunitas saja tetapi karena komunitas terus berkembang maka berubah menjadi lembaga hukum berupa Yayasan Nasi Jumat Indonesia.

“Saat ini karena sudah berbentuk yayasan, warung makan nasi gratis tidak hanya dilaksanakan pada hari Jumat saja tetapi bisa dilakukan setiap hari, karena dulu masih berbentuk gerakan maka dilakukan setiap Jumat saja,” ujarnya, kemarin.

Rancangan kegiatan Si Jum sudah dicanangkan dari tahun 2020, tetapi karena situasi pandemi yang sedang memuncak maka kegiatan tertunda. Lalu pada tahun 2021 setelah dilakukan rapat koordinasi nasional (Rakornas) acara ini bisa dilaksanakan.

“Gerakan Si Jum adalah upaya untuk mengambil peran menghidupkan kembali masjid di lingkungan Depok. Kerena pergeseran zaman masjid hanya diperuntukan orang untuk solat saja, ketika solat selesai langsung kembali ke rumah masing-masing. Yayasan SiJum memiliki kegiatan untuk memberikan makanan gratis kepada jamaah yang solat di masjid,” katanya.

Di lokasi sama, Ketua Umum Yayasan SiJum, Irfan Yuda Satriya menjelaskan, bahwa SiJum sebagai sebuah gerakan telah mendapatkan amanah yang cukup besar di mata masyarakat.

“Dalam kurun waktu lima tahun kami bergerak sebagai komunitas, saat ini terdapat jejaring sebanyak 480 telah beroperasional dan tersebar di 170 kota lebih di seluruh Indonesia,” tandasnya.

Selain itu Irfan juga menjelaskan, tujuan Yayasan Nasi Jumat Indonesia juga untuk membangun peradaban dalam sarana pendidikan.

“Jadi mulai dari taman kanak-kanak (TK) yang sudah dibangun di daerah Kelaten, kami juga sedang merintis pendidikan untuk sekolah dasar dan pesantren. Yayasan Nasi Jumat Indonesia memiliki visi dan misi untuk membangun peradaban dari kegiatan di mesjid dan bidang pendidikan, serta membangun jaringan amal usaha,” terangnya.

Warung makan gratis akan dilaunching sekitar pekan depan di Jalan Juanda, Kota Depok.

“Warung makan gratis ini diperuntukkan bagi mereka yang memang membutuhkan, jadi kebutuhannya lebih besar dari pada rasa malunya,” ungkapnya.

Selanjutnya, untuk pendanaan program SiJum ini didapatkan dari para donatur, konsep makanan gratis ini adalah senilai Rp 10.000 rupiah per porsinya, sudah lengkap lauk pauknya.

Bagi para donatur yang ingin menyumbangkan rezekinya bisa berdonasi melalui rekening Yayasan Nasi Jumat Indonesia, di bank syariah Indonesia dengan nomor rekening 7140245146.

Nomor rekening Yayasan Nasi Jumat Indonesia, diperuntukkan untuk kerjasama antar kelembagaan, karena merupakan rekening pusat, untuk berbagai wilayah memiliki nomor rekeningnya masing-masing.

“Untuk wilayah daerah lokal punya rekening sendiri, saat ini baru sekitar ada 12 rekening per wilayah yang sudah dibuat, jadi para donatur di daerah bisa memberikan donasinya lewat rekening per wilayah,”katanya.

Sementara itu, Koordinator SiJum Depok, Mira menambahkan, di Kota Depok sudah ada dua warung makan SiJum gratis untuk yang membutuhkan.

“Insya Allah minggu depan akan melaunching satu lagi warung makan SiJum di Kota Depok. Warung ini gratis untuk siapa saja yang ingin singgah disini,” jelasnya.

SiJum, kata dia, setiap harinya menyiapkan 200 porsi makan gratis. Mira juga menyebut, dirinya tidak khawatir akan pendanaan warung makan SiJum.

Karena ia yakin masih banyak orang baik di Kota Depok yang akan memberikan donasinya untuk bersedekah melalui SiJum.

“Setiap hari ada 200 sampai 300 porsi kami siapkan untuk makan gratis. Kami buka dari hari Senin sampai hari Jumat. Hari Sabtu dan Minggu untuk istirahat bersama keluarga. Lagipula tenaga relawan kami masih terbatas,” pungkasnya. n

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here