Tak Puas Dengan Proses Pelantikan, Kiprah Dewan Pendidikan Ditunggu

63
Inilah kelompok yang mengatasnamakan Musyawarah Kerja Lembaga Peduli

Sukmajaya | jurnaldepok.id
Dewan Pendidikan Kota Depok yang baru dilantik oleh Wali Kota Depok, Mohammad Idris harus berkiprah dalam mengembangkan bidang pendidikan.

Demikian dikatakan Ketua Musyawarah Kerja Lembaga Peduli, Mulyadi Pranowo kepada wartawan saat kegiatan dialog di kawasan Sukmajaya.

Dia mengatakan, pengurus Dewan Pendidikan yang sudah dilantik harus langsung bekerja dan berkiprah agar dunia pendidikan di Depok lebih berkembang.

“Kami enggak mau kinerja pengurus Dewan Pendidikan yang dilantik kurang berkiprah, kami minta mereka berkiprah karena sudah dibiayai oleh negara,” ujarnya, kemarin.

Menurutnya, tugas dan fungsi dari Dewan Pendidikan harus diperjelas sehingga tidak menjadi kebingungan tersendiri di masyarakat.

Dijelaskannya, dari peraturan pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2010, Pasal 192 telah dijelaskan bahwa Dewan Pendidikan dibentuk dari masyarakat untuk masyarakat. Pada pasal tersebut juga sudah dijelaskan mulai dari fungsi sampai dengan tata cara pemilihan Dewan Pendidikan.

“Tugas dan fungsi Dewan Pendidikan yakni memberikan pertimbangan, masukan, dan melakukan pengawasan terhadap kebijakan, serta penyelenggaraan pendidikan. Sementara untuk tugas Dewan Pendidikan membantu sarana dan prasarana pendidikan. Anggota Dewan Pendidikan itu adalah mereka yang memiliki kepedulian dan berkecimpung di dunia pendidikan,” paparnya.

Setiap tahun, kata dia, Dewan Pendidikan wajib melaporkan hasil kegiatannya dalam satu tahun kepada masyarakat melalui media massa. Namun sangat disayangkan, pemilihan Dewan Pendidikan di Kota Depok beberapa waktu lalu diduga tidak sesuai dengan PP Nomor 17 Tahun 2010.

“Kalau kami amati dan pelajari pemilihan kepengurusan Dewan Pendiikan di Kota Depok tidak sesuai dengan PP tersebut, karena diisi tidak dari kalangan pendidikan. Teknis dan cara penetapan pengurus Dewan Pendidikan juga tidak sesuai. Setelah dikukuhkan disidang, namun malah pengukuhannya oleh Wali Kota Depok. Kami imbau kepada Pak Wali Kota untuk mengoreksi kembali SK pengangkatan Dewan Pendidikan,”katanya.

Anggota Musyawarah Kerja Lembaga Peduli, Rasikin menambahkan, kepengurusan Dewan Pendidikan tiba-tiba ada nama nama yang tidak sesuai.

“Yang kami maksud salah satunya ada nama disebut sebagai praktisi pendidikan, namun sebenarnya yang bersangkutan tidak pernah berkiprah dibidang pendidikan. Koreksi nama-nama kepengurusan Dewan Pendidikan ada yang mencantumkan bukan seharusnya praktisi namun disebutkan sebagai praktisi,” tandasnya.

Seharusnya, kata dia, 11anggota Dewan Pendidikan dilantik lalu melakukan memilih ketuanya namun malah SK tersebut melantik semua kepengurusannya.

Ketua Dewan Pendidikan Kota Depok terpilih, Dedy Martoni mengatakan, pihaknya memiliki empat program yang siap dilaksanakan.

“Pertama, meningkatakan pelayanan mutu pendidikan. Kedua, mendengar dan menyampaikan aspirasi pendidikan. Ketiga, mengadakan pengawasan pendidikan. Terakhir, bersinergi dengan seluruh stakeholders,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here