Mengganggu Aktivitas Belajar Mengajar, Guru dan Warga Stop Pekerjaan Proyek Tol Cijago

97
Para guru yang berada dibawah naungan Yayasan Pendidikan Citra Bangsa Krukut saat melakukan aksi unjukrasa menuntut ganti rugi

Limo | jurnaldepok.id
Sejumlah pengurus yayasan pendidikan Citra Bangsa dan para guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) Riayatul Athfal dan guru SMP Citra Bangsa kemarin menggelar aksi unjuk rasa dengan membentangkan spanduk diarea proyek jalan Tol Cijago.

Aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kegiatan pembangunan tiang pancang jalan Tol Cijago dengan menggunakan alat berat paku bumi yang dirasakan sangat mengganggu kenyamanan dan keamanan proses belajar mengajar (KBM) disekolah.

“Kami membentangkan spanduk untuk penghentian kegiatan pembangunan tiang pancang jalan tol karena selain menimbulkan suara bising dan banyak debu, pihak pengelola tol sampai saat ini belum juga membayar uang ganti kerugian (UGK) atas lahan dan bangunan sekolah kami, dan selama UGK belum kami terima, kami tetap akan menghentikan pelaksanaan pekerjaan pembuatan tiang pancang jalan tol yang berada dekat bangunan sekolah kami,” ujar Zulkarnain selaku Sekretaris Yayasan Pendidikan Citra Bangsa, kemarin.

Dikatakan Zulkarnain, lambatnya pembayaran ganti rugi lahan dan bangunan dua sekolah dibawah naungan yayasan pendidikan Citra Bangsa membuat pihaknya tidak dapat menyelesaikan pembangunan gedung sekolah baru dikawasan Jalan Suaeb RW 02, Kelurahan Krukut lantaran uang sebesar Rp 6 Miliar hasil pinjaman dengan salah satu tokoh masyarakat kini sudah habis untuk membangun gedung baru namun pembangunan belum juga rampung.

“Kami ingin uang ganti rugi segera dibayarkan agar kami bisa melanjutkan pembangunan gedung baru yang progresnya kini sudah mencapai 70 persen, dan selama belum ada pembayaran, kami tetap akan menghentikan proses pembuatan tiang pancang jalan tol yang menggunakan alat berat paku bumi,” tegas Zulkarnain.

Zul mengatakan sangat mengapresiasi respon dan kesigapan Lurah Krukut, Kecamatan Limo, H. Tajudin yang langsung turun kelokasi sekolah setelah mendapat kabar dari media.

“Tadi pagi Pak Lurah bersama sejumlah stafnya datang kesekolah untuk memantau kondisi bangunan sekolah, dan beliau mengatakan akan membantu memfasilitasi keberatan pihak sekolah atas proses pekerjaan proyek Tol Cijago dekat gedung MI Riayatul Athfal dan SMP Citra Bangsa,” kata Zulkarnain.

Saat dihubungi Jurnal Depok, Lurah Krukut, Kecamatan Limo, H. Tajudin membenarkan bahawa dirinya bersama Sekkel dan Kasie Pemerintahan Kantor Kelurahan Krukut sudah mendatangi sekolah dan lokasi tempat pembuatan tiang pancang jalan tol, dan dirinya sudah berkoordinasi dengan pihak kontraktor pelaksana pembangunan jalan Tol Cijago dalam kaitan penghentian sementara kegiatan pembuatan tiang pancang jalan tol sebelum lahan dan bangunan sekolah dibayar.

“Ya benar tadi pagi kami sudah meninjau lokasi proyek dan sekolah, dan kami sudah menerima kedatangan konsultan proyek jalan tol guna membicarakan soal pelaksanaan pekerjaan jalan tol dekat sekolah, dan tadi pihak kontraktor sudah menghentikan sementara kegiatan pekerjaan didekat sekolah itu,” tutur H. Tajudin.

Dia menambahkan, selain membicarakan soal penghentian sementara pekerjaan pembuatan tiang pancang jalan tol, Tajudin juga mengaku telah mengusulkan kepada pihak kontraktor untuk membantu mempercepat pembayaran UGK atas lahan dan bangunan sekolah kepada pihak yayasan pendidikan Citra Bangsa agar disatu sisi pembangunan jalan tol bisa segera dilanjutkan, dan disisi lain pihak sekolah juga bisa secepatnya melanjutkan dan menyelesaikan pembangunan gedung baru.

“Kami sudah bertemu dengan kedua belah pihak, mudah mudahan ada solusi yang cepat dan UGK lahan dan bangunan sekolah segera dibayar sehingga pekerjaan pembangunan jalan tol kembali bisa dilaksanakan, dan pihak sekolah bisa secepatnya merampungkan pembangunan gedung baru sekolah,” pungkas H. Tajudin. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here