Khawatir Kecolongan Kasus Covid-19, Siswa dan Guru Bakal di Swab Secara Berkala

60
Wali Kota Depok saat meninjau PTM Terbatas di salah satu sekolah dasar

Cilodong | jurnaldepok.id
Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengungkapkan, siswa dan guru akan di swab antigen berkala selama pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas.

Hal itu dikatakan Idris saat memantau pelaksanaan PTM Terbatas di beberapa sekolah di wilayah Cilodong dan Tapos, kemarin.

“Alhamdulillah, pelaksanan PTM Terbatas di sejumlah sekolah sudah baik dengan menerapkan protokol kesehatan seperti penggunaan masker, cuci tangan dan lainnya. Secara umum persiapan dari pihak sekolah dikatakan sudah bagus,” ujarnya, Senin (4/10).

Setelah dua minggu, kata dia, nantinya petugas akan melakukan swab antigen acak ke sejumlah sekolah yang ditujukan kepada guru dan siswa.

“Petugas kami akan melakukan swab secara acak untuk menghindari kecolongan yang tidak diinginkan. Rata-rata mereka mulai dari guru dan siswa yang usia di atas 12 tahun sudah mendapatkan vaksin,” paparnya.

Dia mengatakan, saat berdialog dengan siswa, siswa ternyata kangen dengan belajar bersama gurunya dan itu luar biasa maka belajar dengan cinta.

Di lokasi lain, Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono menambahkan, hari pertama pelaksanaan PTM Terbatas semua berjalan dengan lancar.

“Pengaturannya digilir sangat bagus. Di Depok sebanyak 1.200 sekolah siap melakukan uji coba PTMT mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA, SMK Negri maupun swasta. Seluruh anak-anak membawa alat-alat yang digunakan pribadi seperti bekal, hand sanitizer, sapu tangan, ini merupakan hal baru di sekolah,” tandasnya.

Selain itu, sambungnya, di sekolah juga disediakan tempat untuk isolasi jika terjadi sesuatu dan pihaknya berharap bahwa murid ketika sakit jangan masuk sekolah dengan seijin guru.

“Nanti juga akan melaksanakan swab antigen secara berkala baik bagi guru dan murid. Semua sekarang sudah divaksin, yang masuk harus sehat. Semua sekolah baik dari PAUD, SD, SMP, SMA dan SMK semua sudah siap melaksanakan PTMT,” katanya.

Imam menambahkan, uji coba PTMT dilakukan dua kali dalam seminggu, dalam satu hari hanya diperbolehkan belajar selama 120 menit. Dirinya juga akan melakukan evaluasi terkait PTMT jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

“Nanti akan ada evaluasi jika terjadi hal-hal yang tidak diharapkan, kami akan berhentikan pembelajaran ini apakah secara total atau persial. Sekolah-sekolah yang tidak mematuhi akan ditutup,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here