Ada Keluarga Yang Sakit Demam, Siswa Dilarang Masuk Sekolah

29
Salah seorang siswa saat mengerjakan tugas di sekolah

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di Kota Depok dimulai kemarin. Di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Anyelir 1, di Jalan Nusantara Kecamatan Pancoran Mas, PTM Terbatas berjalan lancar tanpa kendala.

Sejak pukul 07.00 WIB, para guru sudah berkumpul sebelum siswa datang ke sekolah. Jumlah siswa yang datang dibatasi hanya 50 persen saja dengan pembagian waktu kedatangan serta kepulangan agar tidak terjadi kerumunan.

“Sesuai dengan surat dari Dinas Pendidikan Depok merujuk SK Wali Kota maksimal siswa hadir PTM Terbatas 50 persen dan kami hari ini (kemarin,red) hadirkan 12 rombel dengan jumlah separuh dari kuota di kelas, jadi 50 persen jumlah siswa yang hadir di kelas,” ujar Kepala SDN Anyelir 1, Sri Suparni, Senin (4/10).

Untuk pembagian jam kedatangan dan kepulangan, sambungnya, sudah diatur sehingga protokol kesehatan 5M tetap terjaga. Sebelum masuk kelas, siswa diwajibkan cek suhu dan cuci tangan serta memakai masker.

“Jam masuk keluarnya kami bedakan karena mengantisipasi kerumuman, walaupun satu sesi tapi jadwal kedatangan kami atur. Kelas 1 dan 2 jadwalnya jam 07.00. Kelas 3 dan 4 jam 07.30, kelas 5 dan 6 jam 08.00. Kepulangan juga tidak bersamaan,” paparnya.

Pihak sekolah, kata dia, hanya memperbolehkan siswa pulang jika sudah dijemput.

“Jika belum, siswa masih berada dalam area sekolah untuk menghindari siswa berkumpul dengan orang lain di luar sekolah. Siswa yang pulang itu yang sudah dijemput orang tua. Kami tidak lepas siswa pulang kalau belum dijemput untuk antisipasi anak main di luar atau berantakan di luar bercampur dengan orang lain,” jelasnya.

Untuk vaksinasi, lanjutnya, siswa jenjang SD memang belum seluruhnya tervaksin karena belum berusia 12 tahun. Namun pihak sekolah melalukan prokes ketat bagi siswa dan guru. Jika ada anggota keluarga siswa ataupun guru yang sakit, maka mereka tidak diperbolehkan datang ke sekolah.

“Kami memberikan sosialisasi dan edukasi pada orang tua agar bekerjasama bisa menjaga prokes dalam rangka menunjang PTM. Orang tua juga memiliki concern bahwa jika ada keluhan terhadap anak walaupun hanya deman dikit saja anak tidak diijinkan ke sekolah,” katanya.

Bahkan, sambungnya, jika yang sakit hanya anggota keluarga misalnya, dan ada indikasi kemungkinan terpapar, jadi anak juga disarankan tidak datang ke sekolah walaupun anaknya sehat.

“Misal saat ini anak tidak sakit tapi di rumah ada yang sakit, maka kami tidak mengijinkan untuk ke sekolah karena itu pula yang kami berlakukan untuk guru,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here