Seleksi CASN, Wakil Wali Kota Depok Jamin Tidak Ada Titipan dan Tak Bisa Diintervensi

103
Petugas saat melakukan pemeriksaan ketat kepada peserta tes CASN

Sukmajaya | jurnaldepok.id
Hasil Ujian Seleksi Kompetensi Dasar Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tidak bisa diintervensi oleh siapapun.

Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono mengatakan itu saat membuka Ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) Kota Depok tahun 2021 di Gedung Balai Rakyat Depok II, Kelurahan Mekar Jaya, Kecamatan Sukmajaya

“Semalam ada yang menghubungi saya meminta untuk diikutsertakan dalam tes ini, saya tegaskan tidak ada yang bisa intervensi sekalipun menteri, apalagi saya sebagai Wakil Wali Kota,” ujarnya, kemarin

Dalam kesempatan itu, dirinya juga menjamin tidak ada peserta titipan dalam ujian ini.

“Kami imbau kepada peserta untuk percaya diri dan jangan percaya dengan pihak tidak bertanggung jawab untuk meloloskan hasil ujian,”katanya.

Dia pun mengajak peserta untuk berdoa sebelum mengerjakan soal ujian. Menurutnya, dengan berdoa lebih dulu, peserta dapat diberi kemudahan saat pengerjaan soal ujian, lalu diterangkan hati dan pikirannya oleh Tuhan.

“Agar tercapai apa yang sudah peserta impikan menjadi ASN di Kota Depok. Saya juga mendoakan peserta ujian agar mendapatkan hasil yang sesuai dengan apa yang sudah mereka targetkan menjadi ASN di Kota Depok,” paparnya.

Kepala Badan Kepegawaian Nasional Regional Jawa Barat, Tauhid Jatmiko menambahkan, kegiatan seleksi CASN tidak hanya di Kota Depok akan tetapi digelar se Indonesia melalui jaringan internet.

Dia menjelaskan, untuk dikatakan lulus, para peserta Tes SKD CASN 2021 pada formasi umum perlu mengerjakan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP).

“Dengan passing grade 65 untuk TWK, 80 bagi TIU, dan TKP 166. Mereka yang lulus dari passing grade itu kemudian bisa mengikuti ke Seleksi Kompetensi Bidang (SKB),” tandasnya.

Dia juga berpesan kepada para peserta untuk mengerjakan soal dengan kemampuan yang dimiliki dan jangan percaya dengan pihak pihak tidak bertanggung jawab yang menawarkan kelulusan.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok, Novarita menuturkan, ujian SKD digelar selama lima hari, dimulai 2 hingga 6 OKtober 2021.

“Dalam satu hari dibagi menjadi tiga sesi, satu sesi diikuti oleh 225 peserta. Tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) Tahun 2021 diikuti sebanyak 3.131 peserta,” jelasnya.

Sementara, kata dia, kebutuhan ASN di lingkungan Pemerintah Kota Depok hanya 182 formasi.

“Jumlah alokasi formasi untuk CPNS sebanyak 182 formasi. Terdiri atas tenaga kesehatan sebanyak 58 formasi serta tenaga teknis 124 formasi,” katanya.

Sebelum mengikuti ujian peserta diwajibkan terlebih dahulu mengisi Formulir Deklarasi Sehat. Formulir tersebut harus dibawa ke lokasi saat ujian.

“Lalu peserta harus menunjukan hasil swab test RT PCR berlaku maksimal 2×24 jam dengan hasil negatif. Sementara hasil rapid test antigen berlaku 1×24 jam dengan hasil negatif,” ungkapnya.

Selanjutnya, sambungnya, peserta diwajibkan mengenakan masker yang menutupi hidung hingga dagu dan menggunakan masker tiga ply dan ditambah masker kain di bagian luar.

“Pengantar peserta seleksi juga dilarang menunggu atau berkumpul di sekitar lokasi seleksi. Peserta seleksi wajib diukur suhu tubuhnya. Selain itu, peserta juga tidak diperkenankan mampir ketempat lain sebelum ke tempat ujian. Kemudian, tetap memperhatikan jaga jarak minimal satu meter dengan orang lain,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here