Pemasangan Tiang Pancang Proyek Tol Cijago Disoal, Warga Krukut Bakal Demo

92
Para pekerja proyek Tol Cijago saat melakukan pemasangan tiang pancang

Limo | jurnaldepok.id
Jajaran praktisi pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Riayatul Athfal dan SMP Citra Bangsa Krukut, Senin (4/10) berencana akan melaksanakan aksi unjuk rasa untuk menghentikan kegiatan pembangunan Jalan Tol Cinere – Jagorawi (Cicago) disekitar sekolah.

Pasalnya, proses pengerjaan fondasi tiang pancang jalan tol yang menggunakan alat berat paku bumi dikhawatirkan akan mengganggu kenyamanan proses belajar mengajar (KBM) di sekolah.

Demikian diungkapkan Kepala SMP Citra Bangsa sekaligus Sekretaris Yayasan Pendidikan Citra Bangsa, Zulkarnain kepada Jurnal Depok, Sabtu (2/10).

Dikatakan Zul, proses pembuatan tiang penncang jalan tol yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari Gedung MI Riayatul Athfal dan SMP Citra Bangsa dipastikan akan mengganggu kenyamanan dan keamanan proses belajar mengajar (KBM) disekolah yang rencananya bakal dimulai pada Senin (4/10).

“Kami akan melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) mulai hari senin, tapi kami khawatir jika pengerjaan proyek tol akan mengganggu kenyamanan dan keamanan kegiatan belajar mengajar (KBM) karena getaran dari alat berat paku bumi sangat terasa di sekitar lingkungan sskolah kami, perlu diketahui sebenarnya sekolah kami juga terkena pembangunan jalan tol tapi sampai saat ini pihak pengelola tol belum membayar uang ganti kerugian (UGK) kepada pihak yayasan Citra Bangsa oleh sebab itu kami masih bertahan mengoptimalkan gedung sekolah untuk kegiatan belajar mengajar,” ungkap Zulkarnain.

Dia menambahkan, dalam unjuk rasa nanti pihaknya meminta kepada kontraktor pelaksana pembangunan jalan tol Cijago untuk menghentikan sementara pekerjaan pembuatan tiang pancang yang berpotensi mengganggu proses KBM disekolah.

“Kami akan Demo untuk menghentikan kegiatan pembuatan tiang pancang tol, karena bukan hanya berisik tapi kami khawatir getaran alat berat yang digunakan untuk menancapkan tiang penyangga jalan tol akan merusak tembok sekolah dan dapat membahayakan keselamatan peserta KBM disekolah,” paparnya.

Terkait rencana pelaksanaan aksi unjuk rasa, Zul mengaku telah memberitahukan prihal itu kepada Lurah dan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Krukut serta pengurus lingkungan setempat.

“Rencana Demo pada hari senen besok (hari ini,red) sudah kami konfirmasikan kepada pak Lurah, pak LPM dan Ketua RT dan RW,” pungkas Zulkarnain. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here