Usai Menjalani Wawancara, Wali Kota Kantongi Satu Nama Calon Dewas PDAM Depok

59
Wali Kota Depok didampingi pansel saat melakukan wawancara kepada salah satu calon Dewas PDAM Tirta Asasta

Margonda | jurnaldepok.id
Wali Kota Depok, Mohammad Idris melakukan wawancara kepada tiga orang bakal calon (Balon) Dewan Pengawas (Dewas) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Asasta Kota Depok.

Ketika orang itu yakni Sekretaris Daerah, H Supian Suri; Staf Ahli, Diah Sadiah dan Kepala Inspektorat, Firmanudin.

“Tahapan sudah beberapa waktu lalu, hari ini (kemarin,red) proses wawancara. Tahapan dimulai dari kelengkapan admistrasi, uji kelayakan dan kepatutan dan ini tahap akhir yakni wawancara,” ujar Wahid, Panitia Seleksi kepada Jurnal Depok, Rabu (29/9).

Ia mengatakan, hasil wawancara tersebut akan dinilai langsung oleh wali kota. Begitu juga dengan keputusan siapa yang akan menjabat dewan pengawas nanti.

“Tugas pansel melakukan proses seleksi, namun tahapan-tahapannya ada bagian-bagian yang mengerjakan. Seperti uji kelayakan dan kepatutan, ini dilakukan oleh Tim UKK yang berasal dari UI, mereka yang melakukan semuanya mulai dari asesmen, wawancara, psikotes dan lainnya. Mereka menyerahkan hasilnya kepada kami (pansel,red),” jelasnya.

Dikatakannya, sebelumnya ada empat orang yang mengikuti seleksi Dewas PDAM yakni Usman Haliyana yang saat ini juga menjabat sebagai staf ahli. Namun Usman rupanya tidak lanjut ditahap berikutnya.

“Terakhir Pak Wali lah yang nantinya akan memilih siapa dari tiga bakal calon ini yang akan menjadi Dewas PDAM. Nanti Pak Wali langsung mengangkat dan mengukuhkan siapa satu orang yang menjadi dewan pengawas,” katanya.

Namun begitu, Wahid belum bisa memastikan kapan wali kota akan melakukan pelantikan dewan pengawas terpilih.

“Ini berjalan sangat transparan, kan kami umumkan di website baik syarat dan yang lainnya, yang melaksanakan juga tim professional,” tegasnya.

Lebih lanjut Wahid mengatakan, dewan pengawas PDAM Tirta Asasta Kota Depok hanya dibuka dari usur pemerintah.

“Jadi yang bisa ikut pegawai pemerintah, salah satu persyaratannya eselon II,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here