Sering Dilanda Bencana Alam, Kota Depok Segera Bentuk BPBD

106
Imam Budi Hartono

Margonda | jurnaldepok.id
Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono, mengatakan pihaknya tengah mengkaji pembentukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) guna menanggulangi bencana alam.

“Sudah kajian, Insya Allah mudah-mudahan bisa kami realisasikan dalam waktu dekat. Mudah-mudahan ya, tapi ini masih dalam kajian,” ujarnya, kemarin.

Imam mengatakan, pihaknya juga tengah melakukan sejumlah langkah antisipasi terhadap bencana alam dengan menebang pohon-pohon tua berukuran tinggi dan besar.

“Salah satunya adalah kami sedang melakukan penebangan pohon-pohon yang tinggi, sedang dilakukan secara bertahap sehingga tidak ada lagi pohon-pohon yang roboh yang menyebabkan terjadinya musibah ataupun korban,”katanya.

Ia juga mengimbau pada Lurah dan Camat agar senantiasa mengajak warganya untuk menjaga kebersihan sampah di aliran kali dan sungai.

“Supaya tidak terjadi banjir. Kemarin terjadi banjir di Mampang karena ternyata warga masih membuang sampah ke badan air ke sungai, sehingga menghambat di bawah jembatan dan airnya tidak bisa masuk dan keluar akhirnya terjadi banjir. Saya berharap masyarakat membantu dalam masalah sampah, jangan dibuang di saluran air kalau bisa sampah dijadikan berkah bukan musibah. Dengan cara mengelola sampah memilah sampah,” ajaknya.

Seperti diketahui, hingga saat ini Kota Depok hanya mengandalkan Dinas Damkar dan unsur lainnya ketika dilanda musibah seperti banjir, hingga tanah longsor.

Sementara itu, Pusat Riset Sains dan Teknologi Atmosfer (PRSTA) memprediksi terjadinya hujan badai di Depok pada Senin dan Selasa, 27-28 September 2021.

Dalam siaran persnya Tim Reaksi dan Analisis Kebencanaan (TReAK) dan Tim Variabilitas Iklim dan Awal Musim (TIVIAM), PRSTA-BRIN menunjukkan Depok akan kembali mengalami hujan badai pada 27-28 September karena mekanisme pergerakan ke utara garis konvektif yang tumbuh dengan cepat pada sore hari di sepanjang selatan Jabar.

Sehingga warga Depok diimbau untuk mewaspadai terkait adanya potensi hujan badai tersebut.

“Masyarakat diminta waspada karena Depok juga telah memasuki musim hujan pada awal Oktober dengan intensitas 258 mm/10hari,” jelasnya.

PRSTA menjelaskan, hujan badai ini disebabkan oleh terjadinya kenaikan suhu permukaan laut di perairan Barat Daya Samudra Hindia. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here