Hore…Sekolah Tatap Muka Digelar 4 Oktober, DPRD Minta Prokes Diperketat

340
Mohammad Idris

Margonda | jurnaldepok.id
Wali Kota Depok, Mohammad Idris memastikan uji coba Pembelajaran Tatap Muka atau PTM dilakukan pada 4 Oktober mendatang. Sebelum uji coba, pihaknya akan melakukan terlebih dahulu simulasi dalam kegiatan ini.

“Persiapannya Selasa-Rabu, kami simulasi dari jenjang sekolah dan beberapa wilayah. Insyallah setelah simulasi dan penerapan atau uji coba pada tanggal 4 oktober,” ujarnya, kemarin.

Menurut dia, dalam uji coba nanti, ada 10 sekolah yang bakal menjalani kegiatan ini. Sekolah tersebut terdiri dari jenjang SD, SMP dan SMA. Walau begitu, dirinya belum dapat merinci sekolah mana saja yang menjalankan PTM pada 4 Oktober nanti.

“10 sekolah ada juga yang di bawah Kemenag ya, yang SMA di KCD yang memantau simulasi. Ini harus difoto, divideokan dan diserahkan ke satgas,” paparnya.

Sementara itu Anggota DPRD Kota Depok, Rezky M Noor mengungkapkan, pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka harus melaksanakan protokol kesehatan yang ketat dan harus disiapkan dengan matang. Hal itu dikatakannya saat meninjau pelaksanaan vaksin tahap dua di Halaman Gedung DPRD.

Dia mengatakan DPRD) Kota Depok menggelar vaksinasi COVID-19 tahap dua kepada masyarakat di halaman gedung DPRD.

Vaksinasi COVID-19 tahap dua tersebut dilakukan setelah sebelumnya vaksinasi tahap pertama dilakukan pada Senin (30/8) dan sebanyak 1000 orang mengikuti vaksinasi tahap pertama tersebut.

“Tak hanya orang dewasa, anak usia 12 tahun keatas juga dapat divaksin disini. Tentu adanya vaksin usia 12 tahun, untuk tahapan persiapan pembelajaran tatap muka disekolah,” terangnya, Senin (27/9).

Selain sudah melakukan vaksin, lanjut Rezky, untuk Pembelajaran Tatap Muka ( PTM) berbagai persiapan harus matang, sehingga tidak menimbulkan kasus baru Covid-19 saat PTM dilaksanakan.

“Kami setuju jika PTM dilakukan. Tapi dengan catatan protokol kesehatannya harus diperketat sehingga tidak menyebabkan cluster Covid-19 baru,” kata dia.

Rezky berharap lingkungan area sekolah harus terbebas dari paparan Covid-19. Baik lingkungan luar maupun lingkungan dalam sekolah.

“Kami harus pastikan, seluruh aspek sudah bebas dari Covid-19, dan semua pihak harus mensosialisasikan protokol kesehatan. Selain itu, tenaga didik juga harus sudah divaksin. Pada intinya, yang berhubungan dengan pelaksanaan PTM harus bebas dari Covid,” tegasnya.

Dikatakan Rezky, gelaran vaksinasi di DPRD tidak ada perbedaan dengan vaksinasi tahap pertama. Pada vaksinasi tahap kedua ini seluruh tahapan vaksinasi dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Ditempat yang sama, Firman Santoso yang tercatat sebagai warga Pancoran Mas juga tidak merasakan hal yang aneh setelah disuntik vaksin.

“Biasa aja, karena dalam tahapan pertama tidak ada kendala juga,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here