Terlalu! Banjir di Mampang Gegara Kasur Nyangkut di Jembatan, Kasur Siapa Itu?

208
Terlihat pengguna sepeda motor saat melintas di jalan Mampang

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Warga dan para pengguna jalan yang biasa melintas di Perempatan Jalan Mampang, RW 06 Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas Kamis (23/9) dini hari dikagetkan dengan munculnya air dari belakang Masjid Al Istiqomah yang kemudian menggenangi bidang jalan.

Desol, salah satu warga RT 05/06, Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas, mengaku kaget saat melihat kemunculan air yang mengalir deras dan membanjiri bidang jalan pada sekitar pukul 01.00 WIB dimana pada saat itu dirinya sedang berada di warung nasi uduk yang berlokasi diseputar perempatan Mampang.

“Air mulai menggenangi bidang jalan terjadi pada sekitar pukul satu, saya dan para pedagang lain sangat kaget karena aliran air langsung deras dan memenuhi bidang jalan, baik bidang jalan arah Grogol, bidang jalan arah Depok maupun bidang jalan arah sawangan, semua tergenang,” ujar Desol kepada Jurnal Depok, kemarin pagi.

Hal senada dilontarkan Sugiman salah satu pedagang makanan dikawasan Mampang.
Sugiman mengaku tidak jadi menggelar dagangan disekitar perempatan mampang lantaran kawasan itu sudah terkepung banjir.

“Saya biasa mempersiapkan dagangan kalau menjelang pagi, tapi hari ini (kemarin red..) saya enggak bisa dagang karena tempat saya jualan banjir,” kata Sugiman.

Terpisah, Komandan Regu (Danru) Satgas Banjir Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok, Abdul Milik mengatakan penyebab meluapnya air dibidang jalan tak lain dikarenakan gorong gorong dibawah jembatan depan Masjid tersumbat batang pohon besar dan kasur bekas serta material sampah lainnya sehingga air tidak bisa mengalir kehilir dan kemudian meluap ke bidang jalan.

Untuk mengatasi masalah luapan air kebidang jalan, Abdul mengaku telah menurunkan satu tim Satgas dan dibantu oleh warga untuk mengurai sampah dari kolong jembatan.

“Ini bukan kali pertama terjadi, sebelumnya juga hal seperti ini sudah pernah terjadi, biang keroknya, sampah kasur yang menyumbat lubang gorong-gorong dibawah jembatan sehingga air tak bisa mengalir, untuk mengatasinya, batang kayu besar dan kasur bekas serta sampah dikolong jembatan harus ditarik keluar,” kata Abdul Milik.

Hingga pukul 11.00 WIB upaya jajaran Satgas Banjir PUPR mengatasi banjir di empat ruas bidang jalan belum membuahkan hasil dan air baru surut pada sekitar pukul 11.30 Wib setelah semua material sampah termasuk batang pohon besar dan kasur bekas yang menyumbat gorong berhasil ditarik oleh Satgas Banjir.

Peristiwa banjir di perempatan Mampang sempat memicu kemacetan panjang selama hampir 11 jam di jalur arah Grogol, jalur arah Depok dan jalur arah Sawangan. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here