Kepala Sekolah & Ketua Proyek jadi Tersangka Korupsi SD Negeri Grogol 02

155
Tampak depan SD Negeri Grogol 02

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Kepala SD Negeri Grogol 02 Kecamatan Limo ditetapkan menjadi tersangka atas dugaan kasus korupsi pengadaan ruang belajar oleh Kejaksaan Negeri Depok.

Tidak hanya kepala SD Negeri Grogol 02 yang ditetapkan menjadi tersangka, ketua panitia pembangunan dan satu orang lainnya juga ditetapkan tersangka.

Kepala Kejaksaan Negeri Depok, Sri Kuncoro, mengatakan, total ada tiga orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka, setelah terbukti melakukan tindak pidana korupsi

“Untuk informasi, kasus ini telah bergulir sejak Januari 2021 silam. Kalau kasus di Dinas Pendidikan (Disdik) kami konferensi pers Januari kalau engga salah. Maret sudah kami tetapkan tersangka. Jadi Maret lalu sudah tiga orang tersangka,” ujarnya, kemarin.

Sri Kuncoro mengatakan, total tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka di antaranya adalah N yang berstatus sebagai kepala sekolah di SD tersebut. Kemudian seorang lagi berinisial W yang berstatus sebagai ketua panitia proyek pembangunan, dan seorang lagi yang belum ia sebut namanya.

“Inisialnya N kepala sekolah, yang kedua W ketua panitianya, yang ketiga, pokoknya tiga inisialnya nyusul. Kerugian negaranya Rp 300 juta lebih. Dalam waktu dekat kami akan penuntutan jadi jangan dikira kami diam tidak bekerja. Kami diam tetap bekerja. Tidak ada hal-hal yang kami tutupi sesungguhnya, tapi memang kami ingin tenang saja artinya kerja tetap jalan,” bebernya.

Proses pengusutan korupsi proyek pembangunan sekolah dasar ini tengah dalam tahap melengkapi sejumlah berkas dan dokumen.

“Kami sedang melengkapi beberapa dokumen saja untuk pemberkasan. Sebetulnya sudah selesai tapi tinggal beberapa saja, ada barang bukti yang harus kami sita dan pengembalian, minta izin penyitaan, jadi kelengkapan dokumen kalau dalam waktu dekat sudah lengkap akan langsung kami ajukan ke pengadilan,”katanya.

Kasus ini bermula adanya laporan masyarakat. Kemudian pihaknya melakukan tindaklanjut dengan membentuk tim khusus. Dalam waktu dua bulan pihaknya bekerja cepat dan menemukan dugaan adanya penyimpangan. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here