Kasus Penyekapan Pengusaha di Kamar Hotel, Polisi Panggil Saksi Kunci

34
Aksi penyekapan pengusaha di sebuah hotel terekam CCTV

Margonda | jurnaldepok.id
Kasus dugaan penyekapan yang menimpa pengusaha asal Depok masih dalam proses hukum. Diketahui bahwa AH bersama istrinya disekap dalam kamar hotel di Depok selama tiga hari beberapa waktu lalu.

Selama disekap mereka dipantau oleh tujuh orang. Mereka berhasil lari ke lobby hotel pada hari ketiga dan kemudian lapor ke Polres Depok.

Penyidik Polres Metro Depok akan memanggil pemilik perusahaan tempat AHS bekerja. Surat panggilan tersebut telah dilayangkan pada, Senin (13/9).

“Terkait penyekapan itu sekarang saksi kuncinya, pemilik perusahaan sedang kami panggil. Senin kemarin dikirim surat panggilannya,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno.

Penyidik masih menunggu kesediaan pemilik perusahaan untuk memenuhi panggilan tersebut. Untuk waktu pemeriksaan sendiri, nanti bisa saja di perusahaan tersebut.

“Kami tunggu respon dari owner atau kami lakukan pemeriksaan di tempat dia, kami atur waktunya,”katanya.

Namun, sambungnya, jika pada waktu yang telah ditentukan saksi kunci tersebut tidak juga hadir maka akan dilakukan pemanggilan kedua.

“Kami tentukan tanggalnya, untuk seminggu kemudian. Kalau tidak hadir kami layangkan panggilan keduanya. Owner ini adalah saksi kunci,” jelasnya.

Sebelumnya, AH diduga disekap oleh sejumlah orang di dalam sebuah hotel di Depok pada, Rabu (25/8) selama tiga hari. Penyekapan AH diduga terkait masalah penggelapan aset perusahaan. Kemudian pada Jumat (27/8) korban berhasil melarikan diri dan melapor ke Polrestro Depok.

Yogen menuturkan, diduga awalnya terkait masalah penggelapan uang perusahaan yang dilakukan korban. Korban kemudian dibawa ke sebuah hotel untuk menunjukan aset yang diduga hasil penggelepan uang perusahaan.

“Dugaannya berupa rumah, kendaraan kemudian disita oleh pihak perusahaan. Korban dibawa ke hotel oleh pelaku pada, Rabu (25/8). Namun, pada Jumat ada konfrontasi sehingga korban dan istrinya langsung melarikan diri ke arah loby dan meminta tolong security hotel dan kemudian dari polres melakukan tindak lanjut untuk melakukan pengamanan,” ungkapnya.

Pelaku menyewa tiga kamar di hotel tersebut. Korban diduga disekap dalam salah satu kamar. Sedangkan dua kamar lain digunakan pelaku untuk memantau dipantau oleh pelaku.

“Disewa tiga kamar, dua untuk yang menjaga satu yang korban,” tukasnya.

Selama penyekapan, korban tidak mengalami kekerasan. Mereka hanya dipantau oleh sejumlah orang.

“Enggak ada (kekerasan,red), hanya diancam tidak melarikan diri dari kamar sampai kemudian semua aset bisa disita semua sesuai dengan jumlah yang diduga digelapkan dari perusahaan,” katanya.

Dari kasus ini pihaknya mengamankan dua orang. Yaitu M dan I. Mereka dijerat pasal 333 dengan ancaman hukuman delapan tahun. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here