Demi Mendapatkan Wifi Gratis, Pelajar Rela Belajar Daring di Kuburan

150
Terlihat siswa sekolah dasar saat belajar di kuburan

Laporan: Aji Hendro
Anak-anak memanfaatkan jaringan wifi gratis di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Islam Muara Benda, Kampung Mampangan RW 09, Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji.

Ketua RW 09 Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji, Andri Yudisprana mengatakan, bahwa internet gratis yang lokasinya di TPU Mampangan merupakan inisiasi dari warga RW 09.

“Tujuannya untuk memberikan akses internet kepada warga, khususnya anak-anak yang membutuhkan akses internet untuk belajar,” ujarnya, kemarin.

Dia mengatakan pemasangan wifi di lahan TPU karena lingkungannya tidak ada lahan penghijauan yang ada hanya di TPU Muara Benda.

“Kami menggunakan lahan terbuka hijau di pemakaman agar masyarakat terutama anak-anak bisa gunakan fasilitas internet gratis, ini untuk kegiatan belajar di ruang terbuka hijau, kami cuma punya ini,” ucapnya.

Warga hanya bisa mengakses wifi di TPU pada pagi hingga siang saja di jam anak-anak sedang belajar daring atau online di masa pandemi Covid-19.

“Sementara untuk malam hari routernya kami cabut, jadi hanya siang aja kami pasang untuk mereka belajar,” katanya.

Meski warga maupun anak-anak bisa mengakses wifi yang dipasang di area TPU tanpa batasan kuota, tapi jika ada warga maupun anak-anak yang menyalahgunakan fasilitas ini untuk mengakses konten-konten yang tidak bermanfaat, maka akses internetnya langsung diblokir.

“Ada warga yang bertugas mengontrol penggunaan akses wifi di TPU. Jika disalahgunakan untuk hal-hal yang enggak penting, nomor yang mengakses tersebut bisa langsung kami blokir,” jelas Andri.

Dia mengatakan, gagasan untuk menghilangkan kesan angker pada pemakaman sudah dilakukan sejak 2020. Dirinya bersama pengurus makam dan masyarakat sekitar mencetuskan untuk menghilangkan kesan angker di pemakaman tersebut.

Aksi tersebut mendapatkan dukungan dari semua pihak sehingga sejak awal 2020 pemakaman Muara Benda dilakukan perbaikan secara perlahan dengan menggunakan swadaya masyarakat.

“Di tiap sisi lokasi pemakaman disediakan taman maupun tempat duduk, sehingga para peziarah yang datang merasa nyaman. Kami ingin yang berziarah nyaman saat berada di pemakaman dengan menghilangkan kesan angker atau seram,” ungkapnya.

Andri mengungkapkan, pembuatan taman terus dilakukan di area pemakaman yang memiliki luas mencapai 2.800 meter.

Andri bersama warga membangun tempat duduk yang kini sudah dimanfaatkan warga maupun anak kecil untuk bermain.

“Bahkan kalau pagi, anak di sini mengikuti PJJ di area taman kuburan karena lokasinya terbuka dan tidak mengganggu jaringan internet,” tuturnya.

Andri menambah fasilitas lainnya sehingga dapat dijadikan tepat interaksi antar warga maupun kegiatan lainnya, seperti olahraga.

“Untuk mendukung hal tersebut, telah dibuatkan joging track untuk warga berolahraga di area makam. Pembangunan tempat wudhu dan pemasangan CCTV dan jaringan internet. Ditengah pandemi sekarang ini dibutuhkan ruang terbuka untuk warga berjemur maupun olahraga guna terhindar dari Covid-19,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here