Divonis Mati Oleh Pengadilan, Tiga Kurir Narkoba Pikir-pikir

11
Ilustrasi

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Tiga terdakwa kurir narkoba yakni Junaedi (30), Zulkarnain (25) dan Eko Saputro (25) bersikap pikir-pikir dan tidak setuju atas putusan vonis mati oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kota Depok.

“Iya (vonis hukuman mati). Sama dengan tuntutan JPU, yakni hukuman mati. Yang divonis tiga orang,” kata Humas Pengadilan Negeri Kota Depok, Ahmad Fadil, kemarin.

Dalam persidangan para terdakwa Junaidi, Zulkarnain dan Eko Saputra mengaku hanya menerima upah dikarenakan keadaan ekonomi sekarang ini. Namun alasan itu tidak dapat diterima oleh Majelis Hakim karena para terdakwa tetap mendapatkan keuntungan dari bisnis narkoba.

“Karena itu permohonan para terdakwa ditolak Majelis Hakim,” paparnya.

Dalam amar putusannya, Hakim Ketua, Andi Musafir menuturkan, para Terdakwa mengakui perbuatannya telah melanggar hukum dengan barang bukti sabu sebanyak 267 kilogram.

“Mengadili, menyatakan, Terdakwa 1 Junaidi alias Edi (30 tahun), Terdakwa 2 Zulkarnain alias Ijul (25 tahun) dan Terdakwa 3 Eko Saputra alias Eko (25 tahun), telah terbukti bersalah melanggar hukum sebagaimana yang diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 Ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” kata Hakim Ketua Andi Musafir saat pembacaan putusan yang digelar secara online di Ruang Sidang.

Majelis Hakim turut menyatakan, sependapat dengan Tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang menyatakan, Terdakwa 1 Junaidi alias Edi, Terdakwa 2 Zulkarnain alias Ijul dan Terdakwa 3 Eko Saputra alias Eko, terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah, tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I dalam bentuk bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 (lima) gram.

“Menjatuhkan pidana oleh karena itu terhadap Terdakwa 1 Junaidi alias Edi, Terdakwa 2 Zulkarnain alias Ijul dan Terdakwa 3 Eko Saputra masing-masing dengan pidana mati,” ucapnya.

Atas putusan tersebut, para terdakwa beserta Penasehat Hukumnya di dalam persidangan menyatakan, pikir-pikir.

Oleh karena itu Majelis Hakim memberikan kesempatan kepada para Terdakwa dan Penasehat Hukumnya pikir-pikir selama tujuh (7) hari.

Sementara itu, kuasa hukum para terdakwa, Taty Wahyuni Oesman menilai, putusan tersebut terlalu berat. Sebab, para terdakwa hanyalah kurir bukan bandar narkoba.

Kasus narkoba itu diungkap ketika AKBP Aldo Ferdian menjabat sebagai Kepala Satuan Narkoba Polres Metro Depok. Tumpukan barang haram itu disita polisi dari hasil pengejaran hingga ke wilayah Pekanbaru. Ada tiga tersangka yang diamankan. Mereka adalah, Junaidi, Eko Saputro dan Zulkarnaen. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here