Dosen PNJ Bantu Kader Posyandu Alat Ukur Indeks Masa Tubuh Berbasis Android

25
Dosen PNJ foto bersama usai menggelar pengabdian kepada masyarakat

Laporan: Rahmat Tarmuji
Program Pengabdian Masyarakat Berbasis Program Studi merupakan salah satu program tahunan dari Unit Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (UP2M) Politeknik Negeri Jakarta.

Program ini dilakukan oleh para dosen program studi Telekomunikasi dengan tujuan untuk memecahkan masalah yang timbul pada masyarakat dengan sasaran kelompok masyarakat yang bergerak dalam bidang usaha, sekolah, institusi pemerintah atau masyarakat umum lainnya.

Sesuai dengan bidang keilmuannya, pengabdian masyarakat prodi Telekomunikasi memberikan sebuah alat ukur indeks massa tubuh berbasis android untuk dimanfaatkan oleh Posyandu Anyelir Kelurahan Pancoran Mas, Depok dalam memonitoring dan mengevaluasi gizi balita dengan mudah dan efektif.

“Alat ukur indeks massa tubuh berbasis android yang dibuat tersebut merupakan hasil penelitian dosen prodi telekomunikasi dengan mahasiswa,” ujar Ketua Pelaksana Pengabdian Masyarakat, Shita Fitria Nurjihan, kemarin.

Dikatakannya, kegiatan itu dilakukan pada, Sabtu 11 September 2021 di Posyandu Anyelir Kelurahan Pancoran Mas, Depok. Acara yang digelar terdiri dari penyerahan alat dan dilanjutkan dengan pelatihan penggunaan alat kepada kader posyandu.

“Semua panitia maupun peserta tetap mengukuti protokoler Covid-19 dengan mengenakan masker, jaga jarak dan cuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir. Acara dimulai dengan penanda tanganan berita acara penyerahan bantuan satu unit alat ukur indeks massa tubuh berbasis android,” paparnya.

Penyerahan bantuan diserahkan Shita kepada Ruminah selaku Ketua Posyandu Anyelir. Kemudian dilanjutkan dengan pelatihan penggunaan alat kepada para kader posyandu.

“Pemberian bantuan alat ukur indeks massa tubuh berbasis android tersebut dimaksudkan untuk membantu para kader posyandu dalam upaya memonitoring dan mengevaluasi gizi balita dengan mudah dan efektif melalui aplikasi android yang sudah terintegrasi dengan alat ukur indeks massa tubuh,” jelasnya.

Pelatihan itu diikuti sebanyak 12 kader posyandu dan lima orang mahsiswa dari Prodi Telekomunikasi, Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Jakarta (PNJ).

Ketua Posyandu Anyelir, Ruminah menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak Politeknik Negeri Jakarta yang telah memberikan bimbingan dan sumbangan alat ukur indeks massa tubuh serta pelatihannya.

“Dengan jumlah balita kurang lebih 426 jiwa di Posyandu Anyelir, alat tersebut sangat bermanfaat dan dapat mempermudah para kader posyandu dalam mengevaluasi gizi balita,” ungkapnya didampingi Ketua RW setempat, Mulyawan.

Dalam pelatihan, tim pengabdian menjelaskan dan mempraktekkan cara kerja alat ukur indeks massa tubuh tersebut yaitu dengan cara para kader memasukkan nama, usia, dan jenis kelamin balita pada aplikasi android, kemudian dilakukan pengukuran tinggi dan berat badan.

Data yang telah terbaca pada alat akan dikirim dan tersimpan di database dan dapat dilihat melalui aplikasi android.

“Pada aplikasi akan menampilkan hasil pengukuran tinggi dan berat badan serta informasi gizi balita. Semua data pengukuran akan tersimpan, sehingga para kader posyandu dapat mengevaluasi gizi balita dengan mudah,” jelas Ketua Jurusan Teknik Elektro diwakili oleh Sekretaris Jurusan, Rifqi Fuadi Hasani. n

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here