Khutbah Jumat: Akidah dan Tauhid

19
KH Syamsul Yakin

Oleh: KH Syamsul Yakin
Dosen Pascasarjana KPI FIDKOM
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Akidah secara etimologi berarti “ikatan”, “mengokohkan”, dan “berjanji”. Sedangkan secara terminologi adalah keyakinan yang kokoh yang menyatakan dengan hati dan lisan bahwa Allah SWT Maha Esa. Keyakinan terhadap Allah SWT Yang Maha Esa disebut tauhid (mengesakan Allah SWT). Ilmu yang mempelajarinya disebut ilmu tauhid, ilmu kalam, atau ilmu ushuluddin.

Sumber akidah Islam ada dua. Pertama, al-Qur’an. Misalnya, seperti firman Allah SWT, “Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia“ (QS. al-Ikhlas/112:1-4).

Kedua, al-Sunnah. Misalnya, hadits yang bersumber dari Umar bin Khaththab, “Kabarkan aku tentang iman”, pinta laki-laki itu. Nabi SAW menjawab, “Kamu beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, hari kiamat, dan takdir baik maupun buruk”. Laki-laki itu berkata, “Engkau benar” (HR. Muslim).

Di samping itu, akidah Islam adalah meyakini seluruh rukun iman yang enam. Pertama, meyakini dengan kokoh, baik dalam hati maupun lisan bahwa Allah SWT Maha Esa. Kedua, meyakini dengan kokoh, baik dalam hati maupun lisan tentang keberadaan para malaikat-Nya. Ketiga, meyakini dengan kokoh, baik dalam hati maupun lisan tentang kebenaran semua kitab-Nya.

Keempat, meyakini dengan kokoh, baik dalam hati maupun lisan tentang keberadaan para rasul-Nya. Kelima, meyakini dengan kokoh, baik dalam hati maupun lisan tentang akan datangnya hari kiamat. Keenam, meyakini dengan kokoh, baik dalam hati maupun lisan tentang takdir yang baik maupun buruk berasal dari Allah SWT.

Implementasi akidah Islam adalah melaksanakan semua rukun Islam, seperti bersyahadat, melaksanakan shalat, menunaikan zakat, berpuasa wajib pada setiap Ramadhan, dan pergi haji jika mampu. Kalau rukun iman ada pada domain hati dan lisan, sementara rukun Islam ada pada domain pelaksanaan seluruh badan.

Buah dari pelaksanaan rukun iman dan rukun Islam adalah ihsan atau akhlak mulia. Ciri khas pelakunya adalah ia senantiasa memperbagus ibadahnya kepada Allah SWT.*

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here