Polemik IMB Belum Selesai, Kini Kampus UPN Veteran Dituding Serobot Tanah Warga

55
Inilah lahan milik warga yang dituding diserobot kampus UPN Veteran

Limo | jurnaldepok.id
Konflik antara pihak Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta dengan warga Bukit Tambora RT 02/ 05, Kelurahan Limo, Kecamatan Limo terkait rekomendasi perijinan belum mereda dan belum menemukan titik temu, kini muncul masalah baru soal aktivitas penataan lahan (Cut and Fill) yang dilakukan oleh pihak kampus diatas dua bidang lahan milik Daud Yusuf dan Muniroh dengan total luas tanah mencapai 460 meter persegi.

Kepada Jurnal Depok, Lukman Hakim selaku keponakan Daud Yusuf mengatakan, aktivitas penataan lahan (Cut and Fill) yang dilakukan oleh pihak Kampus UPN Veteran dapat dikatagorikan sebagai tindakan penyerobotan tanah milik warga, pasalnya kata dia pihak UPN tidak pernah meminta izin kepada pemilik tanah terkait kegiatan penataan lahan yang menggunakan alat berat berupa Beko.

Dikatakan Lukman, tanah milik paman nya seluas 160 M2 yang diratakan oleh pihak UPN Veteran selama ini dijadikan akses jalan menuju gedung kampus fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta, sementara tanah milik Muniroh seluas 400 M2 yang berada dibawah lahan milik Daud Yusuf juga ikut diratakan oleh pihak UPN.

“Kalau ada pihak yang melakukan aktivitas penataan tanah milik orang lain itu apakah bukan termasuk penyerobotan ? sekarang patok batas tanah dilokasi itu semua hilang, entah siapa yang membuang patok patok itu,” kata Lukman.

Dikatakan Lukman, permasalahan dugaan upaya penyerobotan tanah milik warga yang dilakukan oleh pihak kampus UPN Veteran Jakarta telah mereka laporkan kepuhak Kelurahan.

“Kami berharap kepada bapak Lurah dan pihak terkait lain untuk ikut membantu menyelesaikan masalah ini,” ujar Lukman kepada Jurnal Depok, kemarin.

Terpisah Lurah Limo, Kecamatan Limo, AA. Abdul Khoir mengaku telah menyampaikan prihal keberatan warga terhadap aktivitas penataan tersebut kepada perwakilan UPN Veteran.

“Pada hari Selasa tanggal 7 September saya mengundang pihak UPN Veteran Jakarta untuk membahas masalah keberatan warga soal rekomendasi perijinan pembangunan gedung baru dan pada saat itu saya juga menyampaikan soal keberatan warga terkait aktivitas perataan tanah (cut and fill), pihak perwakilan Kampus UPN berjanji akan menjelaskan hal itu dihadapan warga pada pertemuan hari Kamis besok (hari ini, red), kami belum bisa menyampaikan kesimpulan, ada baiknya kita tunggu saja hasil dari pertemuan itu,” pungkas AA. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here