Tidak Memiliki KTP Depok, Ketua UMKM Kecamatan Limo Terpilih Disoal

36
ilustrasi

Limo | jurnaldepok.id
Pemilihan Ketua UMKM Kecamatan Limo yang diselenggarakan beberapa waktu silam menuai polemik pasalnya Ketua UMKM terpilih Joko Purnomo ternyata tidak memiliki KTP Depok artinya secara admimistrasi kependudukan, Ketua UMKM terpilih Joko Purnomo bukan merupakan warga Kota Depok sehingga dinilai tidak etis untuk memegang jabatan sebagai pengurus apalagi Ketua UMKM Kecamatan Limo yang notabene merupakan bagian dari wilayah Kota Depok.

Saat dikonfimasi prihal ini, Ketua Panitia pemilihan Ketua UMKM Kecamatan Limo, Jaja Soemantri berdalih meskipun tidak memiliki KTP Depok, namun kata dia Joko Purnomo sudah mengantongi surat keterangan Domisili yang ditanda tangani Lurah Grogol.

“Kalau dari surat domisilinya, pak Joko tinggal diwilayah Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, itu dapat dilihat dari surat keterangan domisili yang ditanda tangani pak Danudi Amin selaku Lurah Grogol,” ujar Jaja Soemantri.

Menanggapi hal ini, Ketua Kelompok Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, Susanti Setianingsih mengaku sebelumnya tidak mengetahui jika Joko Purnomo mencalonkan diri sebagai Ketua UMKM Kecamatan Limo dari perwakilan Kelurahan Grogol.

“Mohon maaf ya, saya ini Ketua UMKM Kelurahan Grogol, tapi sampai mau diadakan pemilihan Ketua UMKM Kecamatan Limo, saya tidak pernah tau kalau Grogol mengutus calon, dan sepengetahuan saya pak Joko Purnomo itu tidak pernah aktif dalam kegiatan UMKM di Kelurahan Grogol dan tidak tercatat sebagai anggota UMKM Grogol, saya tidak tahu apakah hal ini diatur dalam regulasi atau tidak tapi secara etik menurut saya ini kurang pas aja,” ujar Santi kepada Jurnal Depok, kemarin.

Santi juga mengkritisi soal mekanisme proses penjaringan calon yang menurutnya selayaknya dirapatkan terlebih dahulu oleh panitia dan dalam klausul pencalonan harusnya disertai dengan syarat syarat dan kriteria bakal calon yang akan diusung oleh utusan UMKM tingkat Kelurahan.

“Saya sudah protes dengan pak Jaja selaku panitia pemilihan terkait kepesertaan pak Joko Purnomo, dan kata pak Jaja nasi sudah menjadi bubur, tapi sesungguhnya bukan itu maksud saya, kalau memang secara aturan hal ini tidak menjadi masalah dan tidak melanggar aturan, ya silahkan saja dilanjut, tapi jika hal ini melanggar aturan, tentunya panitia harus segera menganulir hasil pemilihan dengan mengambil kebijakan selanjutnya apakah melakukan pemilihan ulang atau menetapkan pemenang kedua perolehan suara sebagai Ketua UMKM Limo,” tutup Susanti. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here