26 Bidang Lahan Milik Warga Bermasalah, Dampaknya Tak Bisa Dibuatkan Sertipikat

73
Ketua lingkungan setempat saat meninjau lahan milik warga

Limo | jurnaldepok.id
Pembuatan sertifikat 26 bidang lahan milik warga RW 15 dan warga RW 02, Kelurahan Limo, Kecamatan Limo tidak bisa diproses lantaran diketahui overlap dengan lahan eks milik PT Wisma Mas yang kini sudah di take over oleh PT Artha CP sebagai pemenang lelang asset PT Wisma Mas.

Ketua RW 15, Kelurahan Limo, Kecamatan Limo, Marhali mengatakan, kepastian overlap 14 bidang lahan milik warga di wilayah RW 15, baru diketahui setalah ada program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) yang digulirkan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Pusat beberapa waktu silam.

“Sebelumnya kami tidak tahu kalau tanah kami disini overlap dengan tanah milik PT Artha CP sebagai pihak pembeli asset PT Wisma Mas, kami baru tahu setelah mengajukan pembuatan sertifikat PTSL, dari 20 rumah ternyata 18 rumah tanah pengajuan PTSL nya tidak bisa diproses karena overlap dan aneh nya 2 rumah bisa sementara posisi dua rumah itu berada ditengah,” ujar Marhali kepada Jurnal Depok, kemarin.

Ungkapan senada disampaikan oleh Ketua RT 02/15, Abdul Roji. Dikatakan Roji, ditolaknya pengajuan PTSL 18 bidang tanah milik warga dikarenakan lahan yang ditempati warga masuk dalam siteplan PT Wisma Mas, padahal kata dia batas tanah milik warga dengan lahan milik PT Wisma Mas sangat jelas yakni hamparan Kali Pesanggrahan.

“Setahu saya batas lahan milik warga dan PT yaitu kali pesanggarahan, dan kalau dicermati memang aneh dua rumah yang dinyatakan tidak overlap dengan siteplan PT itu posisinya berada ditengah dan sejajar dalam satu hamparan dengan bidang lahan rumah lainnya,” tandas Roji.

Dia menambahkan terkait klaim dari PT Artha CP selaku pihak pemenang lelang asset Wisma Mas, dirinya mengaku belum pernah mengetahui adanya akad jual beli antara pihak warga dengan PT Wisma Mas.

“Saya belum pernah dengar itu, dan keberadaan rumah warga sudah puluhan tahun disini dan tidak pernah diperjual belikan,” imbuhnya.

Tak hanya di wilayah RW 15, sebanyak 12 bidang tanah diwilayah RW 02, Kelurahan Limo, Kecamatan Limo juga mengalami hal serupa.

Rimim salah satu pemilik lahan mengaku tidak pernah memperjual nelikan tanah milik kepada pihak manapun juga, untuk itu dirinya bingung jika lahan milik nya dan sejumlah lahan milik warga dinyatakan overlap dengan lahan milik PT Artha CP.

Menanggapi hal ini, koordinator praktisi hukum dari Firma Hukum Abdi Nusantara, Yacob T. Saragih mengaku semakin meyakini bahwa ada dugaan penyerobotan atas lahan milik warga.

“Sebenar kasus lahan di RW 15 dan RW 02 merupakan satu kesatuan yang terpisahkan hanya saja korbannya yang berbeda, ini semakin meyakinkan kami bahwa ada kesalahan dalam penetapan batas saat pengukuran untuk pembuatan sertifikat atas nama PT Wisma Mas, dan mungkin ini terjadi akibat dari tidak dilibatkannya warga saat pelaksanaan pengukuran,” pungkas Yacob. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here