Polisi Buru Aktor Penyekapan Pengusaha di Kamar Hotel

22
Aksi penyekapan pengusaha di sebuah hotel terekam CCTV

Margonda | jurnaldepok.id
Aparat Kepolisian Polres Metro Depok hingga kini masih mengejar para pelaku penyekapan pengusaha Depok yang dilakukan dalam kamar hotel.

Kasubag Humas Polrestro Depok, Kompol Supriyadi mengatakan, saat itu ada tujuh pelaku yang diduga melakukan penyekapan.

“Namun saat penangkapan hanya ada dua pelaku yang diamankan polisi. Kami masih mencari lima orang lagi, anggota reserse sedang bekerja. Mudah-mudahan dengan keterangan-keterangan yang diperoleh baik dari satpam dan manajemen maupun dari korban sendiri akan mengarah kelima orang yang sedang kami cari,” ujarnya, kemarin.

Dia menambahkan, sjauh ini ada enam saksi yang sudah diperiksa. Antara lain pihak security hotel dan saksi lain.

“Saksi ada sekitar enam orang, mungkin bisa berkembang untuk membuat perkara ini menjadi jelas,”katanya.

Menurut keterangan korban, sambung dia, tidak ada kekerasan fisik. Hanya kebebasannya terhambat karena tidak boleh pergi kemana-mana.

“Kedua orang pelaku yang diamankan ini peranannya masih didalami. Siapa otak penyekapan ini pun masih didalami. Inilah yang masih kami dalami karena polisi tidak bisa menduga-duga. Kami harus jelas, dari keterangan para saksi siapa sebenarnya otak kegiatan itu,” paparnya.

Sedangkan korban, kata dia, saat ini masih mengalami trauma.

“Korban tentunya setelah diperiksa di Polres mereka kembali ke rumah. Saat ini berada di mana, yang jelas polisi masih memantau,” jelasnya.

Kuasa Hukum korban, Andi Tatang Supriyadi kepada wartawan mengatakan, saat ini kliennya masih trauma karena unsur pemaksaan dan belum bisa diajak bicara secara utuh.

“Iya masih trauma hingga saat ini, bahkan dalam waktu dekat ini lagi ngatur mungkin ke RSCM atau rumah sakit lain (penyembuhan trauma),” tandasnya.

Menurut dia, korban saat ini mengalami trauma berat, bahkan dalam bentuk tidak dapat berada di tengah orang banyak dan mendengar bunyi bel.

“Jadi, apalagi kalau sudah mendengar bunyi bel atau klakson itu sudah trauma, kadang kita bicara saja suka tidak nyambung,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here