Kabar Gembira, Sekolah Tatap Muka di Depok Dipastikan Berlangsung Akhir September

329
Mohammad Idris

Margonda | jurnaldepok.id
Wali Kota Depok, Mohammad Idris melalui Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Kota Depok, H Dadang Wihana mengatakan, rencana Pembelajaran Tatap Muka (PTM) saat ini masih terus dikaji.

“Untuk saat ini PTM belum bisa dilaksanakan, rencananya di Depok setelah Mid Semester 1. Dengan kata lain lebih kurang pada minggu ke tiga atau keempat September,” ujar Dadang kepada Jurnal Depok, Selasa (31/8).

Ia menambahkan, untuk saat ini pihak sekolah masih menerapkan metode pembelajaran daring untuk para siswa.

“Jadi saat ini masih sedang dalam persiapan PTM,” paparnya.

Sebelumnya ia mengatakan, Pemerintah Kota Depok saat ini masih menyempurnakan draf peraturan Wali Kota Depok tentang pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas yang rencananya digelar bulan September 2021.

“Saat ini sedang dilakukan penyusunan ataupun penyempurnaan draf Peraturan Wali Kota untuk PTM terbatas,” jelasnya.

Pihaknya, kata dia, juga tengah membahas kapasitas ruang belajar untuk pelaksanaan PTM.

“Demikian pula kapasitas ruangan, waktu yang lalu sudah kami sepakati misalkan 30 persen dari kapasitas ruangan kelas. Sehingga setiap siswa ada kesempatan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka langsung secara terbatas minimal dalam seminggu ada dua kali,” paparnya.

Dadang mengatakan, saat ini vaksinasi tenaga pendidik di Kota Depok telah mencapai angka 75 persen.

“Saat ini vaksinasi guru-guru di Kota Depok sudah menjangkau kurang lebih 75 persen. Untuk saat ini kami juga sedang menggesa guru-guru dan pelajar 12 tahun keatas menjadi sasaran,”katanya.

Soal teknis, kegiatan seperti olahraga hingga operasional kantin masih ditiadakan untuk sementara waktu.

“Di dalam draf Perwal yang ada, kantin ditutup, untuk olahraga juga ditiadakan. Kegiatan-kegiatan yang melibatkan lebih dari satu atau dua orang tidak diperkenankan. Sekolah hanya menyelenggarakan PTM terbatas untuk pembelajaran tatap muka saja. Untuk kegiatan-kegiatan yang menimbulkan kerumunan ditiadakan,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here