Persiapan Belajar Tatap Muka, Ratusan Santri Ponpes Al-Hamidiyah Divaksin

18
Proses vaksinasi santri Al-Hamdiyah Depok

Laporan: Rahmat Tarmuji
Guna mencegah dan memutus rantai penyebaran Covid-19, santri Pondok Pesantren Al-Hamidiyah, Depok mengikuti Vaksinasi Jabar Juara. Hal itu merupakan salah satu syarat untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka dalam kegiatan belajar mengajar dimasa pandemi.

Hal itu disampaikan Direktur Utama Yayasan Islam Al-Hamidiyah, dr. H Imam Susanto Sjaichu. Menurutnya, vaksin merupakan bagian dari pencegahan dari Covid-19 yang dampaknya tidak terlalu besar.

“Yang terpenting adalah menjaga prokes agar jangan sampai tertular, agar proses belajar mengajar berjalan dengan baik di Pesantren Al-Hamidiyah. Dengan menjalankan prokes dengan ketat,” ujarnya, kemarin.

Selain menjalankan 3 M, kata dia, juga membatasi kunjungan dari orang luar dan guru yang mengajar harus mukim atau tidak langsung tatap muka.

“Bagi saya, vaksin itu hanya pencegahan dan bukan segalanya. Ada dokter yang sudah divaksin dua kali, tapi karena berada di tempat yang banyak risiko akhirnya kena juga. Kami berharap dengan vaksin nantinya proses belajar berlangsung dengan baik. Semoga diberikan kesehatan dan Depok menjadi zona hijau,” ujarnya yang juga mantan Direktur RSCM seusai Gebyar Vaksinasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat Yayasan Islam Al-Hamidiyah.

Ia juga meminta kepada masyarakat untuk melindungi diri, keluarga dan lingkungan dari Covid-19 dengan vaksinasi.

“Pesantren Sehat Santri Kuat,” tegasnya.

Ketua Satgas Covid-19 Al-Hamidiyah, dr. Farida Sjaichu mengungkapkan, vaksinasi bagi santri merupakan program pesantren. Ia menambahkan, pihaknya melakukan pembatasan atau wilayah yang steril. Untuk itu, lanjutnya, setiap yang masuk ke dalam pesantren wajib di swab terlebih dahulu.

Menurutnya, mereka yang mengajar santri mulai dari guru, kiyai harus mukim atau tinggal di Pesantren Al-Hamidiyah.

“Bahkan, untuk jaga-jaga bila terjadi hal yang tidak diinginkan kita menyediakan ruang isolasi khusus bagi yang terduga Covid-19. Protokol kesehatan secara ketat kita jalankan. Ada empat dokter yang selalu menjaga santri di Pesantren Al-Hamidiyah,” tandasnya.

Hal senada diutarakan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hamidiyah, KH Oman Fathurrahman. Menurutnya, pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam harus terdepan dalam melakukan vaksinasi.

Dikatakannya, vaksin sebagai salah satu ibadah karena menjaga jiwa bagian dari tujuan syariat Islam.

“Vaksin adalah perantara menjaga keselamatan jiwa. Apalagi, vaksin teruji secara medis mengurangi terpapar Covid-19 yang bisa mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang. Menjaga keselamatan jiwa wajib hukumnya karena sesuai atau berdasarkan maqosidusy syariah. Kami berharap agar dengan vaksin, santri Al-Hamidiyah sehat dan kuat dalam menjalankan aktivitas,” harapnya.

Kepala Kemenag Kota Depok, H Asnawi mengapresiasi Pesantren Al-Hamidiyah yang menyelenggarakan kegiatan vaksinasi bagi santri. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan program Provinsi Jawa Barat menuju 37 juta vaksin.

Dalam kesempatan tersebut ponpes bekerjasama dengan Kementerian Agama Kota Depok, Pemkot Depok melalui Dinas Kesehatan.

“Khusus Pesantren Al-Hamidiyah menyediakan 500 vaksin. Al-Hamidiyah merupakan pesantren keenam dari 109 pesantren yang menjalankan vaksin dari target 20 ribu santri di Depok. Kami menyambut baik upaya pesantren dalam mempersiapkan tatap muka secara langsung pada bulan depan. Harapannya, semoga santri di Kota Depok dan masyarakat terbebas dari Covid-19,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, di Pesantren Al-Hamidiyah yang mengikuti program vaksinasi sebanyak 150 orang. Selanjutnya, program vaksin akan diselenggarakan kembali untuk para santri yang akan mengikuti pembelajaran tatap muka pada 17 Oktober mendatang. n

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here