Data Covid-19 di Depok Sempat Ngaco, Ternyata Setelah Diperbaiki Mencengangkan

323
Mohammad Idris

Margonda | jurnaldepok.id

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Depok menyampaikan informasi perkembangan penanganan Covid-19 di Kota Depok.

Sebagai tindaklanjut dari Surat Wali Kota Depok Nomor 005/416-Satgas Tanggal 10 Agustus 2021 tentang Undangan Rekonsiliasi Data Covid-19, telah dilaksanakan rekonsiliasi data antara PICODEP (Pusat Informasi Covid-19 Depok) dengan NAR (New All Record) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Sebagai kesepakatan akhir rekonsiliasi telah dilaksanakan rapat pada tanggal 22 Agustus 2021, dipimpin oleh Wakil Wali Kota Depok dan dihadiri oleh Kepala Pusat Data dan Informasi (PUSDATIN) Kemenkes, Tim Ahli Kementerian Kesehatan, Kepala Sub Direktorat Surveilans Kementerian Kesehatan, Tim
Pengelola Aplikasi NAR, Perwakilan PHEOC Kemenkes, Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jawa Barat,
Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Tim Pengelola PIKOBAR Provinsi Jawa Barat, Kepala Divisi Kebijakan Satgas Kota Depok, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Depok, Tim Pengelola PICODEP.

Dari pertemuan itu dihasilkan data hasil rekonsiliasi antara New All Record (NAR) Kemenkes dengan Pusat Informasi Covid-19 Kota Depok (PICODEP), sebagaimana dirilis dalam Aplikasi NAR pada hari ini tanggal 26 Agustus 2021 dengan data kasus sebagai berikut

“Total kasus konfirmasi 103.230 kasus, total kasus sembuh 97.809 kasus, total kasus meninggal, 2.011 kasus,” ujar Wali Kota Depok, Mohammad Idris, Kamis (26/8).

Dengan demikian, kata dia, kasus konfirmasi aktif di Kota Depok per tanggal 26 Agustus 2021 sebanyak 3.410 kasus (3,3%)

“Terima kasih kami sampaikan kepada Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yang telah bersama-sama dengan Pemerintah Kota Depok menyelesaikan rekonsiliasi data Covid-19, dan sekaligus sebagai respon dari permohonan rekonsiliasi data yang disampaikan oleh Kota Depok,” paparnya.

Pemerintah kota, kata dia, menyadari bahwa data adalah vital sebagai basis dalam perumusan kebijakan.

“Segala kekurangan dalam sistem dan mekanisme pelaporan baik di daerah maupun di pusat yang berlaku saat ini, semoga dapat diperbaiki bersama-sama, agar seluruh data kasus Covid-19 dari beragam sumber baik auto verif maupun non auto verif yang sudah diklarifikasi dapat diinput seluruhnya di aplikasi NAR,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here