Proyek Kampus UPN Veteran Disoal Warga, Diduga Tidak Dilibatkan dalam Perizinan

121
Terlihat proyek pembangunan Kampus UPN Veteran dari kekjauhan

Limo | jurnaldepok.id
Sejumlah warga Kelurahan Limo, Kecamatan Limo, menyoal pembangunan gedung berlantai 9 fakultas kesehatan kampus Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran di Jalan Raya Limo tepatnya di RT 02/05, Kelurahan Limo, Kecamatan Limo, pasalnya warga terdekat disekitar gedung mengaku sebelumnya tidak dilibatkan dalam rekomendasi perijinan pembangunan gedung.

Nurdin Bopak, salah satu warga yang tinggal dekat bangunan gedung UPN mengaku tidak dimintai tanda tangan terkait izin lingkungan yang notabene merupakan salah satu persyaratan untuk pembuatan izin mendirikan bangunan (IMB) padahal kata dia rumah tempat tinggalnya hanya berjarak beberapa meter saja dari lokasi gedung yang sedang dibangun.

“Kami tinggal didekat gedung tinggi yang baru dibangun itu, dan sebelumnya kami tidak dimintai persetujuan atau semacam rekomendasi untuk izin lingkungan malah warga yang rumah nya jauh dari lokasi gedung yang dimintai tanda tangan sebagai persyaratan izin lingkungan,” ujar Nurdin Bopak kepada Jurnal Depok, kemarin.

Terkait hal ini, Ketua RT 02/05, Kelurahan Limo, Wahyudi mengaku kurang tahu soal ketentuan siapa saja yang harus dan layak dimintai tanda tangan untuk izin lingkungan, pasalnya kata dia dirinya dimintai tanda tangan sebagai Ketua RT saja sementara yang menetapkan pihak mana saja yang dimintai tanda tangan dilakukan oleh mantan Ketua RT setempat.

“Saya memang tanda tangan rekomendasi izin, tapi memang saya lihat orang yang terdekat dari lokasi gedung cuma satu orang yang tanda tangan itupun merupakan orang dalam atau pegawai keamanan di Kampus UPN,” ujar Wahyudi.

Setali dua uang, Ketua RW 05, Kelurahan Limo, Kecamatan Limo, Mizar David juga mengaku telah menandatangani rekomendasi perijinan terkait pembangunan gedung Kampus UPN Veteran.

“Posisi saya sebagai Ketua RW harus menindak lanjuti berkas rekomendasi yang sudah ditanda tangani oleh warga dan Ketua RT setempat, soal siapa saja warga yang dilibatkan saya kurang tahu,” tegas David.

Hal senada dikatakan oleh Lurah Limo Kecamatan Limo, AA. Abdul Khoir.

“Saya sudah keluarkan rekomendasinya” ujar AA singkat.

Terpisah, Lukman Hakim, salah satu tokoh muda Limo mengkritisi soal proses pembangunan gedung berlantai 9 yang menurutnya harus melalui kajian teknis yang matang, pasalnya kata dia gedung 9 lantai itu dibangun diatas lahan dengan tingkat kemiringan cukup curam.

“Lokasi itu tadinya tebing dan sering longsor, tiba tiba kok dibangun gedung tinggi, dan dibawahnya banyak rumah warga, kami pertanyakan UKL dan UPL nya dan kami juga akan pertanyakan soal pemanfaatan air bawah tanah yang bisa membuat cadangan air bawah tanah dilokasi itu bisa tersedot habis dan akan berdampak terhadap air sumur warga sekitar,” tutup Lukman. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here