Gawat! Situ Tujuh Muara Nyaris Hilang, Kini Kondisinya Sangat Memprihatinkan

357
Aksi gabungan bebersih Situ Tujuh Muara di wilayah Bojongsari

Laporan: Rahmat Tarmuji
Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kelurahan Bojongsari bersama Juru Situ BWSCC, para Pokja yang ada di Situ Tujuh Muara, ACT Tangsel dan MRI, serta Komunitas Dayung, membersihkan gulma (Pistia Stratiotes) yang lebih dikenal dengan Apu-apu/Kapu-kapu/Kayu Apung di Situ Tujuh Muara, Kelurahan Bojongsari, Kecamatan Bojongsari.

Pokdarwis beserta pengurus mengajak masyarakat luas untuk berpartisipasi secara sukarela bergotong royong ikut membersihkan Situ Tujuh Muara Bojongsari dari tanaman gulma melalui kegiatan bertema ‘Membangun Kampung Bersama Orang Sekampung’.

“Apu-apu selama ini hampir menutup dua hektar permukaan situ di sebelah selatan, khususnya wilyah Pokja 8, 9 dan 12,” ujar M Nasar, Ketua Pokdarwis Kelurahan Bojongsari, kemarin.

Menurutnya, persoalan Apu-apu dan gulma Situ Tujuh Muara harus menjadi perhatian para pihak baik pemerintah daerah, Provinsi dan Pusat serta masyarakat luas untuk membersihkan gulma tersebut. Sehingga pihaknya bersama relawan mengajak masyarakat untuk membersihkan Situ Tujuh Mura dari gulma Pistia stratiotes atau Apu-apu.

“Pembersihan ini kami lakukan dengan cara manual yakni mengambil gulma itu langsung dengan tangan dan alat manual yang kami buat, menggunakan galah dengan ujung besi dan sebagainya, agar permukaan situ tidak lagi tertutup Apu-apu,” katanya.

Dengan peralatan manual dan melibatkan masyarakat serta relawan, kata dia, paling tidak dapat mengurangi gulma tersebut.

“Sebenarnya upaya pembersihan Situ Tujuh Muara dari Apu-apu juga sudah dilakukan pada tahun 2018 dan 2019, namun Apu-apu muncul kembali terbawa angin dari wilayah Sawangan karena masif dan cepatnya pertumbuhan gulma tersebut di permukaan situ,” jelasnya.

Sementara itu Kordinator ACT, Lukman Solihin mengatakan kegiatan ini bisa disebut bencana alam karena ditimbulkan dari alam.

“Hanya untuk segi bencana bisa menggangu ekosistem dan utuk kerapihan tatanan sebuah daerah juga, ini perlu pembersihan. Alhamdullih kami ACT bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) dan Komunitas Dayung merasa peduli untuk ketertiban kebersihan Situ Tujuh Muara Bojongsari,” tandasnya.

Ketika ditanya kedepannya akankah terus ikut membersihkan kegiatan yang diadakan pokdarwis, Lukman mengatakan pihaknya akan mengupayakan hal itu.

“Karena ini harus tuntas, karena kalupun ini tidak tuntas akan cepet tumbuh lagi, seperti halnya yang disamapikan Ketua Pokdarwis. Kami berharap pemerintah terkait bisa meninjau langsung dan membantu menurunkan alat berat. Insy Allah dengan pemerintah membersihkan, kemudaian masyarakat merawatnya,” terangnya.

Lurah Bojongsari, Ilham mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat sekitar situ dan para relawan yang telah melaksanakan kegiatan kerjabakti.

“Semoga menjadi perhatian dinas terkait dalam hal ini pemerintah daerah, provinsi maupun pusat,” ungkapnya.

Kegiatan bebersih gulma rencananya akan dilaksanakan beberapa pekan kedepan dengan mengandalkan anggaran swadaya masyarakat dan beberapa donatur di sekitar Situ Tujuh Muara,” pungkasnya. n

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here