Telanjang Dada, Baliho Mantan Waketum Partai Gerindra Disengget Satpol PP

308
Satpol PP saat menurunkan baliho mantan Waketum Partai Gerindra yang dianggap membuat risih masyarakat

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Pancoran Mas, mencopot baliho bukan capres bertelanjang dada memegang ayam yang terpasang di Situ Kampung Lio, Kecamatan Pancoran Mas. Belakangan diketahui foto dan nama yang ada di baliho itu merupakan mantan Waketum Partai Gerindra, Arief Poyuono.

Petugas Satpol PP Kecamatan Pancoran Mas, Ikin mengatakan, pencopotan dilakukan karena adanya laporan warga di kawasan Situ Rawa Besar Kampung Lio.

“Kami lakukan pencopotan baliho tersebut atas instruksi dari pimpinan,” ujarnya, Kamis (19/8).

Usai dilakukan pencopotan, baliho tersebut diserahkan ke Satpol PP Kota Depok.

Camat Pancoran Mas, Utang Wardaya mengatakan pihaknya mendapatkan aduan bahwa warga keberatan dengan terpasangnya baliho aneh di pinggiran situ Kampung Lio.

“Anggota piket di kecamatan mendapatkan laporannya ada baliho tersebut. Anggota Pol PP Kecamatan dengan Kota Depok telah menurunkan baliho ukuran 2×3 meter dipinggir Situ Rawa Besar,”katanya.

Baliho gambar orang telanjang dada sambil memegang ayam bertuliskan Bukan Capres dikatakan Utang telah diturunkan dan dibawa anggota Pol PP Kota Depok.

“Setelah diturunkan baliho kini disita Pol PP Kota Depok,”katanya.

Sementara itu Azis, salah satu warga setempat mengapresiasi sikap Satpol PP Kota Depok yang sudah menurunkan baliho tersebut.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Pol PP,” ungkapnya.

Dia mengatakan, warga sudah mengetahui pihak mana yang melakukan pemasangan baliho tersebut.

“Ada info kalau yang memasang baliho tersebut dibayar sekitar Rp 50.000,”katanya.

Sementara itu tokoh masyarakat Kampung Lio , Habib Idrus Al Gadri juga mengapresiasi langkah Pol PP yang menurunkan baliho tersebut.

Masyarakat di Kampung Lio Kelurahan Depok Kecamatan Pancoran Mas, resah dengan adanya spanduk bukan Capres yang bertelanjang dada memegang ayam. Baliho bergambar seorang pria bercelana pendek tanpa mengenakan baju dan memegang seekor ayam pada baliho itu tertulis, Arief Poyuono bukan Capres.

Dalam baliho berlatar merah itu tertulis: Baliho Arief Poyuono Dipasang Rakyat Dimana-mana. Arief Poyuono Malu, Karena Rakyat Lagi Susah Cari Duitnya. Arief Poyuono Bukan Capres.

“Warga resah lantaran dalam baliho ada seorang pria tidak mengenakan pakaian lengkap,” ungkap Idrus.

Menurut Idrus, baliho tersebut telah membuat risih warga, karena sosok yang ditampilkan mengumbar aurat.

“Enggak etis lah, pakaiannya enggak etis. Kritik ya kritik aja, tapi jangan telanjang dada, itu enggak etis lah, apalagi kan itu pejabat ya,”katanya.

Sementara itu di lokasi lain tepatnya di Jalan Arif Rahman Hakim Kecamatan Beji, juga terdapat baliho tersebut. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here