Penjaga Pemancingan Ngaku Dibegal di Jalan Juanda, Korban Dianiaya & Motornya Raib

379
Korban begal saat menunjukkan laporan polisi

Sukmajaya | jurnaldepok.id
Lintang, penjaga pemancingan di Sawangan mengaku menjadi korban begal di Jalan IR Juanda (dekat Situ Pengarengan), Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya. Kejadian itu berawal saat dirinya baru balik main dari rumah teman di daerah Pasar Rebo, Jakarta Timur

“Pulang ke arah Prigi Bedahan Sawangan, lewat Jalan Ir Juanda sekitar pukul 02.00 WIB. Lalu ada dua pelaku boncengan sepeda motor mempet, setelah itu langsung membacokan menggunakan celurit hingga saya terjatuh dan terluka,” ujar Lintang kepada wartawan saat disambangi ke rumahnya Kp. Prigi RT. 03/07, Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, kemarin.

Para pelaku membacok korban dan berhasil mengambil motor miliknya. Pelaku berjumlah dua orang berboncengan motor tanpa basa-basi langsung membacok korban hingga tersungkur di aspal.

Penjaga empang pemancingan milik Tatang ini, nyawanya tertolong oleh sopir angkot yang sedang menunggu temannya di pinggir jalan. Pelaku berhasil membawa kabur Honda Beat Street hitam B 6088 ZRJ setelah terjatuh ke jalan.

Dalam keadaan sekujur tubuh terluka akibat bacokan celurit, sopir angkot langsung menyelamatkan dirinya hingga diantarkan ke klinik deket rumah.

Untuk ciri-ciri pelaku lanjut Lintang, kedua pelaku tidak menggunakan helm dan salah seorang pelaku yang menyerang dan merampas motor di kedua lengan tangannya terdapat tato.

“Salah satu pelaku yang membacok kedua lengan tangan kiri dan kanan nya masing-masing ada tato dan berbadan gemuk,” katanya.

Sementara itu orang tua Lintang, Muryati menambahkan biasa anaknya hanya main jaga empang bapaknya.

“Baru dua kali ke rumah temannya yang ada di daerah Pasar Rebo, Jakarta Timur,” ujarnya.

Mulyati tidak menyangka anaknya terluka dan banyak mendapatkan bacokan senjata tajam diduga jenis celurit.

“Saya aja tidak pernah mencubit atau melukai anak saya. Namun ini pelaku berani melukai anak saya, jika berani hadapan saya dulu sebagai ibunya yang telah menjaga dari lahir,” tambahnya.

Tatang, bapak korban mengatakan motor yang dipakai anaknya tersebut baru dipakai sembilan bulan dan masih baru.

“Sengaja saya belikan motor karena keinginan anak. Meski sekolah hanya sampai SMP, anak saya lebih memilih untuk bantuin kerja bapaknya jaga empang pemancingan dengan digaji bulan Januari,” ungkapnya.

Uang hasil gaji Lintang tersebut dari hasil jaga empang dipergunakan untuk membayar cicilan motor.

“Sudah begini kejadiannya anggap saja musibah dan jadi pembelajaran buat anak saya agar tidak pergi jauh tanpa ada teman yang diboncengi,”katanya.

Terpisah Kanit Reskrim Polsek Sukmajaya, AKP Harun Rosyid mengatakan peristiwa perampasan motor di Jalan Juanda masih didalami.

“Pelaku masih kita lidik. Prosesnya masih dalam penyelidikan saksi-saksi sudah kita mintai keterangan,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here