Hot News! Pemkot Depok Bakal Penuhi Hak Keluarga Narapidana

45
Sekda didampingi Karutan Depok saat menyerahkan secara simbolis remisi

Cilodong | jurnaldepok.id
Pemerintah kota (Pemkot) berjanji bakal menyiapkan anggaran khusus untuk memenuhi sejumlah hak para narapidana alias napi yang tercatat sebagai warga Depok. Demikian dikatakan Sekretaris Daerah Pemkot Depok, H Supian Suri saat menghadiri kegiatan pemberian remisi pada sejumlah napi di Rutan Depok dalam rangka HUT RI Ke 76. Salah satunya adalah perhatian terhadap hak pendidikan anak-anak mereka.

“Ya, yang pertama ini kan warga kita, mereka punya hak sebagai warga, hak mendapat perhatian. Baik mereka (napi) maupun keluarganya,” ujarnya, kemarin.

Menurut dia, pemkot perlu untuk memperhatikan nasib keluarga para napi, khususnya mereka yang mendekam di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Depok.

“Misalnya anak-anaknya, mungkin kalau nanti butuh biaya sekolah dan lainnya itu harus menjadi perhatian kita. Tentu nanti kita akan banyak komunikasi dengan Kepala Rutan. Pemkot Depok tidak hanya melihat dari sisi warga binaan (napi) saja. Namun keluarganya pun harus jadi perhatian bersama,” paparnya.

Supian mengungkapkan, pemerintah selama ini sudah mengalokasikan anggaran untuk pendidikan SD, SMP kemudian SMA dan ada pula Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk warga kurang mampu.

“Nanti kita cek lagi untuk kebutuhan teman-teman binaan di Rutan Depok,”katanya.

Di menambahkan, Pemkot juga menjamin hak pendidikan anak-anak napi. Pemkot Depok juga berjanji akan memberikan bantuan pada mereka yang rumahnya masuk dalam ketegori tidak layak huni.

“Iya termasuk rumah. Kita kan ada program rumah tidak layak huni, kan mereka bisa dapat hak yang sama. Nanti kami akan koordinasikan. Artinya hak-hak yang diterima warga Depok di luar sini (Rutan), nah mereka (napi) juga harus dapat hak yang sama,” tegasnya.

Terkait hal itu, ia pun berharap dengan adanya remisi ini membuat para warga binaan bisa termotivasi untuk berbuat lebih baik lagi.

“Saya berterimakasih pada Pak Karutan, semoga ini menjadi motivasi warga binaan dan penyemangat terkait remisi ini dan mudah-mudahan ke-depan slain remisi ini melonggarkan dari sisi keringanan hukuman, tapi juga menambah kebaikan-kebaikan mereka (napi),” katanya.

Sementara itu, Plt. Rutan Kelas I Depok, Muhamad Irvan Muayat juga menyampaikan rasa terimakasihnya pada Pemerintah Kota Depok. Menurut dia, sudah sepatutnya warga binaan mendapatkan perhatian dan hak yang sama.

“Bahwa itu satu keharusan juga, karena apapun ceritanya, mereka adalah warga Depok. Nah ini akan terus kami koordinasikan semoga wacana itu terealisasi,” tandasnya.

Irvan menyebut, dari sekira 1.500 napi yang mendekam di Rutan Depok, 60 persen di antaranya adalah warga Depok.

“Paling banyak mendominasi kasus narkotika. Dari 707 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Depok yang terima remisi sebanyak 179 diantaranya merupakan narapidana narkotika,” terangnya.

Irvan dalam keteranganya mengatakan, hingga 16 Agustus 2021 narapidana yang diusulkan untuk mendapatkan remisi umum 17 Agustus 2021 yakni perkara narkoba, korupsi, teroris, makar dan kejahatan transnasional lainnya.

“Itu sesuai pasal 34 ayat (3) PP 28 tahun 2006 dan pasal 34A ayat (1) PP 99 tahun 2012. Sedang, berdasarkan PP 99 tahun 2012 terdapat 179 orang dengan perkara narkotika. Selebihnya perkara umum lainya. Seluruh penerima remisi telah memenuhi persyaratan baik secara administratif maupun substantive,” tambahnya.

Irvan mengatakan, hak remisi diberikan sebagai wujud apresiasi terhadap pencapaian perbaikan diri yang tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari WBP. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here