MUI Sebut Jumatan di Depok Tak Ganjil Genap dan Digelar Satu Shift

500
Shalat Jumat perdana di masa pandemi Covid-19 yang dilakukan beberapa waktu lalu (dok diskomifo)

Sawangan | jurnaldepok.id
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok, KH Dimyati Badruzaman menegaskan, pelaksanaan Shalat Jumat di Kota Depok digelar seperti biasa dan tidak menggunakan system ganjil genap seperti informasi yang beredar beberapa hari ini.

“MUI memiliki sikap jika zonanya sudah tidak merah lagi dan tidak membahayakan agar masjid dibuka, kalau membahayakan (zona merah,red) ya tidak ke masjid dulu. Tetap jumatan besok (hari ini,red) digelar bagi wilayah yang bukan zona merah, karena jumatan kan wajib,” ujar Dimyati kepada Jurnal Depok, Kamis (12/8).

Terkait adanya informasi Shalat Jumat akan diberlakukan ganjil genap menurut nomor hand phone dan dibagi menjadi dua shift, Dimyati mengatakan bahwa MUI Kota Depok belum menerima instruksi tersebut.

“Kalau masjidnya besar dan memiliki kapasitas yang mencukupi, cukup digelar satu shift saja. Kecuali masjidnya sempit dan menyebabkan tidak khusyuk dan jaraknya berdekatan boleh dilakukan dua shift. Kami belum terima instruksi itu,” paparnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, dalam melaksanakan ibadah dengan kondisi normal dan tidak membahayakan, wajib dilakukan.

“Dalam arti jumatan seperti biasa, tidak boleh ditinggalkan oleh ummat Islam. Karena dalam keadaan normal dan tidak bahaya. Kecuali dalam keadaan bahaya, baru diperbolehkan adanya Ruhshoh (dispensasi,red) dan jumatan bisa diganti dengan Shalat Zuhur,” jelasnya.

Saat ini, kata dia, perkembangan kasus Covid-19 di Kota Depok sudah melandai dan Depok sudah berada di zona oranye.

“Alhamdulillah saat ini sudah landai, hendaknya pemerintah juga bisa memahami karena Shalat Jumat ini Fardu Ain yang harus dilakukan oleh ummat Islam yang sudah memenuhi syarat,” terangnya.

Namun begitu, Dimyati tetap mewanti-wanti agar masyarakat yang akan melaksanakan Shalat Jumat tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Sementara itu Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Kota Depok, H Dadang Wihana juga belum bisa memberikan informasi lebih lanjut terkait diberlakukannya jumatan dengan system ganjil genap.

“Info dari DMI Pusat memang iya sperti itu, namun ganjil genap seperti apa yang dimaksud kami belum tahu persis, belum kami tanyakan juga ke MUI,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here