8 Titik Penyekatan Kendaraan Resmi Dihapus, Depok Bakal Terapkan Ganjil Genap

629
Petugas saat melakukan penyekatan di Jalan Margonda beberapa waktu lalu

Margonda | jurnaldepok.id
Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, H Dadang Wihana mengungkapkan pihaknya secara resmi menghapus kebijakan penyekatan kendaraan mulai, Rabu (11/8).

“Hari ini sudah tidak ada (penyekatan,red),” ujar Dadang kepada Jurnal Depok, Rabu (11/8).

Untuk ganjil genap yang mulai diuji coba kembali di DKI Jakarta, pihaknya akan melihat hasilnya seperti apa.

“Yang harus diantisipasi nantinya adalah peningkatan penumpang yang menggunakan transportasi publik seperti commuter line yang harus dibarengi dengan pengaturan dan penerapan di transportasi publik,” paparnya.

Ketika ditanya apakah Kota Depok akan memberlakukan juga kebijakan ganjil genap sebagai ganti penyekatan kendaraan, ini jawaban Dadang

“Masih menunggu kebijakan bersama di Jabodetabek, saat ini baru dilaksanakan di Jakarta sebagai pilot project. Saat ini belum ada arahan untuk daerah sekitar Jakarta,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi mobilisasi kendaraan bermotor, pihaknya tetap melakukan pemantauan di jalan raya.

“Saat ini metodenya diubah, lebih ke target pencapaian herd immunity melalui vaksinasi dan penerapan prokes 3M dan melalui PPKM Level 4,” terangnya.

Sebelumnya, dalam perpanjangan PPKM Darurat menjadi PPKM Level 4 di Kota Depok, dalam pembatasan mobilitas masyarakat anggota gabungan Satlantas Polres Metro Depok memperketat penyekatan di dalam dan luar Kota Depok.

Kasat Lantas Polres Metro Depok, AKBP Andi Muhamad Indra Waspada mengatakan, setelah pemerintah memperpanjang PPKM Darurat menjadi PPKM Level 4 sampai 5 Juli 2021, pihaknya akan memperketat anggota di titik penyekatan yang akan menuju luar Kota Depok.

“Sesuai aturan Kepwal Nomor 443/228 kpts/ Dinkes/ Huk/ 2021 tentang tergolong pemberlakuan kegiatan PPKM Level 4 dari sebelumnya selama PPKM Darurat ada delapan titik penyekatan kini dalam PPKM Level 4 dirampingkan menjadi empat titik penyekatan,” jelasnya beberapa waktu lalu.

Dia mengungkapkan keempat titik penyekatan di perbatasan dalam dan maupun keluar Kota Depok ini akan diperketat penjagaan oleh anggota gabungan.

“Untuk dua titik penyekatan di luar Kota Depok seperti di Cilangkap Tapos dan Jalan Raya Parung-Bojongsari termasuk dua titik dalam kota yaitu Jalan Margonda (Medan 12) dan Jalan Komjen M Jasin Kelapa Dua Cimanggis akan dijaga selama 24 jam, dengan penambahan personil gabungan yang menjaga di pos penyekatan menjadi 150 personil dari sebelumnya 75 personil,” paparnya.

Dia mengungkapkan selama penerapan PPKM di Kota Depok dari pantauan rata-rata warga Depok sudah mulai meningkat tingkat kesadaran dan mematuhi aturan yang ada.

“Semula hampir rata-rata awal pemberlakuan PPKM 75 persen warga kita putar balik atau diarahkan masuk ke Depok kembali, tidak bisa ke Jakarta tidak mempunyai surat STRP. Namun setelah berjalan PPKM Darurat dan diperpanjang menjadi PPKM Level 4 ini naik 50 persen,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here