Warga Cipayung Hajatan Nanggap OT, Ehh…Disegel Sama Satpol PP

457
Petugas Satpol PP saat menyegel panggung hajatan yang menyajikan hiburan orgen tunggal

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Warga di Kota Depok masih nekat melaksanakan hajatan pernikahan dengan mengundang para tamu dan menggelar orgen tunggal (OT) di PPKM level empat.

Taufiqurrahman, Kabid Penegakan Perda Satpol PP Kota Depok kepada wartawan mengatakan, peristiwa itu terjadi di wilayah Kecamatan Cipayung. Dimana hal itu dapat mengurangi kapasitas meja serta bangku dan tak mematuhi protokol kesehatan sampai jam 18.00 WIB serta LPM, RT, RW yang akan bertanggung jawab di lokasi setempat dan agar makanan di bungkus besek.

Di lokasi resepsi pernikahan itu, pemilik hajatan telah memasang orang tunggal. Karena itu, mereka menyegel panggung dan meminta tidak ada orgen tunggal di lokasi itu.

“Menyegel musik OT tidak ada acara musik, apabila berkerumun dan melebihi kapasitas akan ditindak tegas dibawa ke Polsek Pancoran Mas,” ujarnya, kemarin.

Di lokasi lain, Kepala Seksi Trantib Ketentraman Satpol PP Kecamatan Beji, Samsu Sadikin mengatakan, jajarannya masih menemukan warga yang melaksanakan pernikahan saat pemberlakuan PPKM level 4.

“Pelanggaran program PPKM Level 4 terjadi di wilayah RT1/6, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji. Pelanggaran yang dilakukan, yaitu menggelar resepsi pernikahan dengan mengundang banyak tamu. Iya, ada pelanggaran lagi yang dilakukan masyarakat, sudah kami tertibkan,” tandasnya.

Dia mengungkapkan, pemilik acara resepsi membohongi Satgas Covid-19 Kecamatan Beji, karena mengaku hanya akan melakukan akad saja tanpa adanya resepsi. Akan tetapi setelah dicek ke lokasi, banyak tamu undangan yang berdatangan silih berganti dalam resepsi pernikahan yang mereka gelar.

“Ternyata mereka bikin resepsi juga. Tamunya sampai 50 orang pada saat kami datang ke lokasi,”katanya.

Dia menjelaskan, atas instruksi Camat Beji, Endar Fradesa, dia dan Satgas Covid-19 lingkungan setempat langsung membubarkan acara tersebut.

“Akad digelar pukul 08:30 WIB, kami bubarkan pukul 10:30 WIB saat resepsi pernikahan berjalan,” jelasnya.

Dia menambahkan, karena pemilik acara resepsi berlaku kooperatif dan mengakui kesalahannya, pihaknya hanya memberikan teguran dan imbauan.

“Akan tetapi, resepsi tetap dihentikan dan tamu harus dibubarkan. Begitu kami hentikan, pihak mempelai langsung membongkar tenda tamu,” ungkapnya.

Kasat Pol PP Kota Depok, Linda Ratnanurdianny mengatakan berdasarkan laporan masyarakat dalam waktu sehari kemarin anggotanya telah membubarkan dua lokasi hajatan pernikahan secara bergiliran.

“Ada beberapa lokasi tempat hajatan pernikahan yang tidak mematuhi peraturan PPKM Level 4 yaitu di Gang H. Usman RT. 13/05, Kelurahan Gandul, Kecamatan Cinere, dan satu lagi di daerah Kecamatan Beji, sama kita bubarkan,” jelasnya.

Dia mengungkapkan pembubaran acara masing-masing hajatan pernikahan di dua lokasi dilakukan oleh tim Pol PP Kecamatan Cinere dan Beji.

“Untuk pembubaran pernikahan di Gandul Cinere dipimpin Dantim Tuhanto. Termasuk di daerah Kecamatan Beji kita bubarkan juga,”katanya.

Untuk data acara pernikahan yang terjadi di Gang H. Usman, Kelurahan Gandul, Kecamatan Cinere, lanjut Lienda, dilakukan oleh Tim Garuda 2 dipimpin Sumarta dengan jumlah anggota mencapai 10 orang.

“Dilokasi Tim Garuda 2 bersama Tim Kecamatan Cinere Kota Depok, juga mengimbau serta memperingati kepada pihak keluarga dengan disaksikan Ketua RT 13 Bapak Marullah untuk tidak mengadakan acara resepsi pernikahan di masa PPKM Darurat level 4 Kota Depok. Sementara itu alasan dari pihak penyelenggara berdasarkan keterangan Ketua RT 013, Marullah telah menyebar undangan sebanyak 300 orang,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here