Polisi Tak Temukan Unsur Pidana Dalam Kasus Dugaan Potongan Bansos

212
ist

Beji | jurnaldepok.id
Aparat Kepolisian Polres Metro Depok telah menyelesaikan gelar perkara dugaan pemotongan dana bantuan sosial tunai (BST) warga di RW 05 Kelurahan Beji.

Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno mengatakan, hasil gelar perkara, pihaknya tidak menemukan unsur pidana dari kejadian tersebut.

“Dari hasil gelar sementara tidak masuk unsur, baik tipikor (tindak pidana korupsi) maupun pidana lain,” ujarnya, kemarin.

Yogen menuturkan bahwa kasus dugaan pemotongan bansos tunai ini tidak bisa naik ke tahap penyidikan.

“Benar (tidak naik tahap penyidikan). Pertama untuk tipikor tidak masuk karena Ketua RW bukan pegawai negeri atau pejabat negara hasil koordinasi BKN,” paparnya.

Yogen menambahkan, bahwa hasil penyelidikan pihaknya tidak menemukan adanya unsur penggelapan atau penyelewengan dana Rp 50 ribu dari bansos warga.

“Karena warga sendiri yang memasukkan ke kotak donasinya. Tidak ada unsur pemaksaan atau kekerasan dalam memberi donasi. Sekarang uang dikembalikan semua. Untuk biaya perbaikan ambulans dan lainnya dibayar akhirnya oleh Ketua RW sendiri,” jelasnya.

Sebelumnya ramai diberitakan, bahwa warga penerima bansos tunai sebesar Rp 600 di lokasi tersebut dipotong Rp 50 ribu dengan alasan untuk perbaikan mobil ambulans dan menunjang program kain kafan gratis.

Sementara itu salah satu warga di RW 05, Jumadi yang tercatat sebagai warga RT05 mengatakan bahwa bansos yang diterima olehnya itu berjumlah Rp 600 ribu dan tidak ada pemotongan.

“Saya terima utuh bansos sebesar Rp 600.000 dan tidak ada pemotongan. Adapun permohonan donasi untuk ambulan, itu sudah disosialisasikan terlebih dahulu oleh ketua RT masing-masing,”katanya.

Keberadaan mobil ambulan dilingkungan RW 05, kata dia, sangat dibutuhkan, apalagi saat pandemi Covid-19. Untuk membantu mengevakuasi warga yang terpapar Covid-19 ke rumah sakit.

Di RT 05 saja, kata dia, sudah 20 warga yang terbantu dengan keberadaan mobil ambulan saat terpapar Covid-19.

“Jadi jika pengurus RW memohon bantuan untuk mobil ambulan, sah-sah saja,” ungkapnya.

Dikesempatan yang sama, Ketua RW 05, Kusheri mengklarifikasi berita sebelumnya yang menyebutkan adanya pemotongan dana bansos.

“Ini ada kesalahpahaman informasi. Yang ada, permohonan donasi untuk perbaikan ambulance, bukan pemotongan dana bansos,” tuturnya.

Dengan adanya pemberitaan yang kurang enak didengar tersebut, dirinya bersama pengurus lingkungan menyepakati untuk mengembalikan dana donasi untuk perbaikan ambulance.

“Kini, dana yang terkumpul untuk ambulance telah dikembalikan kepada para donasi,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here