Sehari Terima Setoran Cuma Rp 20 Ribu, Ribuan Pemilik Angkot Kolaps

92
Wali Kota Depok saat memberikan bantuan kepada sopir angkot yang terdampak PPKM

Margonda | jurnaldepok.id
Organisasi Angkutan Darat Kota Depok mencatata ada ribuan angkutan kota yang mengalami kolaps atau bangkrut.

“Kalau didata kami ada sekitar ribuan yang kolaps atau bangkrut karena berbagai alasan,” ujar Sekretaris Organda Depok, M Hasyim.

Dia mengatakan, di masa pandemi Covid-19 jumlah angkot yang masih aktif diperkirakan mencapai 2.000. Hasyim menambahkan, untuk setoran sopir ke pemilik yang sebelumnya bisa mencapai Rp 150.000 per hari namun saat ini setoran hanya Rp 20.000.

“Mau bagaimana lagi setoran enggak ke uber, paling bisa Rp 20.000 aja,”katanya.

Terkait adanya pemasangan spanduk oleh awak sopir angkot Hasyim menambahkan, latar belakang pemasangan spanduk tersebut karena pengusaha angkot dan supir angkot lapar.

“Sejak PPKM Darurat disusul PPKM Level 4 pendapatan sopir angkot hanya Rp15 ribu per hari dampak penyekatan-penyekatan yang ada selama PPKM. Mereka tadinya mau demo ke kantor Wali Kota Depok, saya larang karena ini sedang PPKM level 4, enggak boleh membuat kerumunan,” paparnya.

Akhirnya, kata dia, para supir angkot berinisiatif patungan membuat spanduk untuk menyampaikan aspirasi karena pendapatan mereka tak menentu dan tak cukup untuk biaya hidup.

Dia mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Depok yang sudah memberikan bantuan sembako kepada sopir angkot.

Joko salah satu sopir angkot mengaku hampir tak sanggup membawa pulang uang dari hasil kerjanya seharian. Padahal, sebelumnya, rata-rata sehari ia bisa memperoleh Rp 120.000.

“Drastis benar. Boro-boro buat di rumah, buat bensin saja enggak ketutup. Kita paling banyak, paling banyak nih, hanya tiga orang (penumpang). Kita paling tinggi satu rit dapat Rp 30.000, kalau Rp 50.000 sudah jago benar. Itu pun untuk setoran Rp 25.000, bensin Rp 25.000, kita kosong,” jelasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here