Alhamdulillah…Jumlah Pasien Covid Yang Menjalani Perawatan di RS Menurun

43
Dadang Wihana

Margonda | jurnaldepok.id
Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit di Kota Depok berangsur turun. Data yang tercatat di ccc-19.depok.go.id pada 29 Juli terlihat jumlah kapasitas tempat tidur ICU terpakai sebanyak 126 dari total tersedia 136 tempat tidur (91,30%).

Sedangkan tempat tidur untuk isolasi terpakai 744 dari total tersedia 1.084 (68,63%). Sedangkan untuk tempat tidur karantina OTG terpakai 146 dari total tersedia 343 (51,73%).

“Dari 100 persen BOR karantina pada 3 Juli kini turun jadi 51,73 persen. Atau turun 48,28 persen,” kata Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana, kemarin.

Dia menambahkan, data dari 3 hingga 29 Juli 2021 telah terjadi penurunan BOR total RS sebesar 18,48 persen. Untuk kasus yang dirawat sebanyak 450 pada 3 Juli, dan mengalami penurunan pada 29 Juli dengan total 346.

“Ini ada penurunan 104 kasus yang dirawat. Untuk BOR RS total tempat tidur Covid-19 dari 98,44 persen di 3 Juli turun menjadi 79,965 persen pada 29 Juli. Artinya ada penurunan sebesar 18,48 persen untuk BOR RS total,” paparnya.

Dikatakannya, kapasitas tempat tidur isolasi pada 3 Juli tercatat 1.034 dan pada 29 Juli menjadi 1.084. Kapasitas tempat tidur ICU pada 3 Juli sebanyak 121 dan pada 29 Juli 138. BOR ICU pun mengalami penurunan dari 92,56 persen pada 3 Juli menjadi 91,30 persen pada 29 Juli.

“BOR RS di Depok berangsur turun. Ini trend perbaikan. Sedangkan untuk positivity rate juga terjadi penurunan. Dari 36,68 persen pada 11-18 Juli menjadi 30,45 persen pada 18-25 Juli. Saat ini positivity rate kita 30,45 persen,”katanya.

Untuk angka kasus, kata Dadang, saat ini masih fluktuatif. Pihaknya sedang mengintensifkan peningkatan kapasitas testing, termasuk peningkatan kecepatan verifikasi data kasus.

“Untuk testing saat ini ditingkatkan kapasitasnya. Dari target dalam sebulan melalui swab keliling sebanyak 20 ribu testing,” jelasnya.

Dadang menuturkan, untuk angka kesembuhan saat ini mulai meningkat tajam. Hal itu dipengaruhi juga oleh kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan 5M.

“Ada pengaruh vaksinasi dan peningkatan kesadaran warga khususnya dalam penggunaan masker,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here